4 Kampung di Kecamatan Kelay Segera Nikmati Listrik PLN 24 Jam, DPRD Sebut Akan Mendorong Ekonomi, dan Mengakhiri Ketimpangan Infrastruktur
Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Berau, Sumadi.
POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Penantian panjang masyarakat di wilayah pedalaman Kabupaten Berau untuk menikmati layanan listrik yang andal akhirnya mulai menemukan titik terang.
Setelah
bertahun-tahun hanya bergantung pada generator set (genset) yang beroperasi
beberapa jam setiap hari, 4 kampung di Kecamatan Kelay dipastikan akan segera
menikmati layanan listrik PLN selama 24 jam penuh pada tahun ini.
Kabar tersebut
menjadi angin segar bagi masyarakat yang selama ini hidup dengan keterbatasan
akses energi. Kehadiran listrik negara diyakini bukan sekadar menghadirkan
penerangan di rumah-rumah warga, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi
pemerataan pembangunan, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, serta
penguatan ekonomi masyarakat di wilayah pedalaman.
Kepastian itu
merupakan hasil langkah aktif Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau yang terus
memperjuangkan pemerataan layanan kelistrikan melalui audiensi Wakil Bupati
Berau, Gamalis, dengan jajaran PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan
Pelanggan (UP3) Berau. Dari pertemuan tersebut, PLN memastikan empat kampung di
Kecamatan Kelay masuk dalam program perluasan jaringan listrik pada tahun
anggaran berjalan.
Langkah Pemkab Berau
tersebut mendapat apresiasi dari Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Berau, Sumadi.
Menurutnya, percepatan pembangunan jaringan listrik merupakan salah satu bentuk
kehadiran negara dalam memenuhi hak dasar masyarakat, khususnya mereka yang
tinggal di wilayah terpencil.
"Bagi masyarakat
kota, listrik 24 jam mungkin sudah menjadi hal biasa. Namun bagi masyarakat
pedalaman, hadirnya listrik sepanjang hari merupakan perubahan besar yang akan
mengubah banyak aspek kehidupan," ujar Sumadi.
Apalagi tambah Sumadi selama ini sebagian masyarakat di kampung-kampung pedalaman hanya menikmati listrik pada malam hari atau pada waktu-waktu tertentu karena masih mengandalkan genset berbahan bakar solar maupun bensin. Selain biaya operasional yang tinggi, penggunaan genset juga membuat aktivitas masyarakat sangat terbatas. Banyak kegiatan harus dihentikan ketika mesin pembangkit dimatikan karena keterbatasan bahan bakar.
Menurut Sumadi,
kondisi tersebut selama bertahun-tahun menjadi tantangan yang harus dihadapi
masyarakat pedalaman. Karena itu, masuknya jaringan listrik PLN menjadi harapan
baru yang akan membawa perubahan signifikan.
"Wilayah
terpencil yang sebelumnya hanya menikmati listrik pada waktu-waktu tertentu
kini akan mendapatkan layanan listrik selama 24 jam. Dampaknya tentu sangat
besar terhadap kehidupan masyarakat," katanya.
Ia menjelaskan,
manfaat listrik tidak hanya dirasakan dari sisi penerangan, tetapi juga
menyentuh hampir seluruh sektor kehidupan masyarakat. Di bidang pendidikan,
misalnya, anak-anak akan memiliki waktu belajar yang lebih panjang dan nyaman
pada malam hari. Sekolah juga memiliki peluang lebih besar memanfaatkan
perangkat teknologi informasi dalam proses pembelajaran.
Di sektor kesehatan,
keberadaan listrik yang stabil akan menunjang pelayanan puskesmas, Pustu maupun
fasilitas kesehatan lainnya, terutama dalam mengoperasikan peralatan medis yang
membutuhkan pasokan listrik tanpa henti.
Sementara bagi
aparatur kampung, layanan listrik selama 24 jam akan meningkatkan efektivitas
pelayanan administrasi kepada masyarakat karena berbagai perangkat elektronik
dapat dioperasikan secara optimal. Menurut Sumadi, dampak yang paling terasa
justru akan dirasakan sektor ekonomi masyarakat.
Selama ini banyak pelaku usaha kecil di pedalaman kesulitan mengembangkan usahanya karena terbatasnya pasokan listrik. Dengan hadirnya jaringan PLN, berbagai usaha rumahan, warung, bengkel, hingga pengolahan hasil pertanian dan perikanan diyakini akan berkembang lebih pesat.
"Listrik adalah
penggerak ekonomi. Ketika listrik tersedia sepanjang hari, masyarakat akan
lebih leluasa membuka usaha, meningkatkan produksi, dan memperbaiki taraf hidup
keluarganya," jelasnya. (sep/FN/Advertorial)