Fraksi Gerindra Ingatkan Pemkab Berau : Raihan WTP Bukan Tolok Ukur Tata Kelola Sudah Sempurna
M. Ichsan Rapi.
POSKOTAKATIMNEWS,
BERAU : Keberhasilan Pemerintah Kabupaten Berau yang kerap meraih penilaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan
(BPK) RI tidak serta-merta menjadi jaminan bahwa tata kelola keuangan daerah
telah berjalan sempurna. Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) DPRD
Berau mengingatkan pemerintah daerah agar tidak terlena dengan capaian tersebut
dan tetap melakukan pembenahan di berbagai sektor pengelolaan keuangan.
Hal itu disampaikan
Juru Bicara Fraksi Gerindra, M. Ichsan Rapi, saat membacakan pandangan akhir Fraksi
terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban
Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025.
“Opini WTP sejatinya
hanya merupakan penilaian atas kewajaran penyajian laporan keuangan pemerintah
daerah. Predikat tersebut tidak dapat dimaknai sebagai bukti bahwa seluruh
proses perencanaan anggaran, pelaksanaan belanja, pengelolaan aset,
optimalisasi pendapatan daerah, hingga sistem pengendalian internal telah bebas
dari persoalan,” ungkapnya.
Dan bukan berarti
tambhanya, opini WTP seluruh tata kelola keuangan sudah sempurna.
Pertanggungjawaban APBD harus menjadi gambaran nyata bahwa anggaran dikelola
secara efektif, efisien, tertib, dan benar-benar memberikan manfaat bagi
Masyarakat. Fraksi Gerindra menilai laporan pertanggungjawaban APBD tidak boleh
dipandang sekadar sebagai kewajiban administratif yang disampaikan setiap akhir
tahun anggaran.
“Lebih dari itu, kami
nilai laporan tersebut harus menjadi bahan evaluasi terhadap kualitas
pengelolaan keuangan daerah agar setiap rupiah anggaran dapat
dipertanggungjawabkan secara transparan dan akuntabel,” terangnya.
Dalam pandangannya,
Fraksi Gerindra juga mengingatkan Pemkab Berau agar lebih berhati-hati dalam
menyusun perencanaan belanja, khususnya belanja pegawai. Penganggaran harus
berbasis pada kebutuhan riil dan didukung data yang valid agar tidak
menimbulkan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) akibat perencanaan yang
terlalu longgar.
"Kami meminta agar Pemda berhati-hati dalam mengelola keuangan, terutama belanja pegawai. Semua harus berbasis data. SiLPA tidak boleh terbentuk karena penganggaran belanja yang terlalu longgar," tegas Ichsan Rapi.
Fraksi Gerindra
berharap seluruh catatan tersebut dapat menjadi bahan evaluasi bagi Pemerintah
Kabupaten Berau untuk memperkuat sistem pengawasan internal. Dengan pengelolaan
keuangan yang semakin baik, opini WTP diharapkan tidak hanya menjadi prestasi administratif,
tetapi juga diikuti peningkatan kualitas pelayanan publik dan pembangunan
daerah.(sep/FN/Advertorial)