Tas Rotan Karya UMKM Berau Sukses Mencuri Perhatian di Harganas 2026, Bukti Produk Lokal Mampu Tampil Bersaing
Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita. (foto : sep/fn)
POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Di tengah semarak pameran produk unggulan pada puncak peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tingkat Provinsi Kalimantan Timur di Kabupaten Berau, Kamis (23/7/2026) lalu, perhatian pengunjung tidak hanya tertuju pada deretan stan yang menampilkan aneka produk khas dari berbagai daerah.
Salah satu yang mendapat banyak perhatian adalah stan kerajinan Tas Rotan hasil karya pelaku UMKM asal Kecamatan Sambaliung. Produk yang dipajang mampu menjadi magnet bagi banyak pengunjung, baik yang hanya sekedar untuk melihat, memegang, hingga menanyakan proses pembuatannya.
Produk yang lahir
dari tangan-tangan kreatif perajin lokal itu tampil sederhana, namun mampu
memancarkan kualitas dan karakter yang kuat. Anyaman yang rapi, desain yang
mengikuti selera pasar, serta sentuhan khas rotan menjadikan tas tersebut
mendapat banyak perhatian. Tidak sedikit pengunjung yang mengaku terkesan
karena produk tersebut memiliki kualitas yang dinilai mampu bersaing dengan
kerajinan dari daerah lain.
Keberhasilan tas
rotan Sambaliung menjadi salah satu produk yang paling banyak dilirik dalam
ajang Harganas bukan sekadar kebanggaan bagi para perajinnya. Momen itu
sekaligus menjadi bukti bahwa UMKM Berau memiliki potensi besar untuk
berkembang dan menembus pasar yang lebih luas apabila mendapatkan ruang promosi
serta pendampingan yang berkelanjutan.
Tas rotan tersebut
merupakan hasil karya pelaku UMKM binaan Dinas Koperasi, Perindustrian, dan
Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Berau. Melalui pameran Harganas,
pemerintah daerah sengaja menghadirkan berbagai produk unggulan lokal sebagai
etalase potensi ekonomi kreatif yang dimiliki Bumi Batiwakkal.
Kepala Diskoperindag
Berau, Eva Yunita, mengatakan Harganas menjadi momentum yang sangat strategis
untuk memperkenalkan produk-produk unggulan daerah kepada masyarakat maupun
tamu dari seluruh Kabupaten dan Kota di Kalimantan Timur.
Sebagai tuan rumah,
Pemerintah Kabupaten Berau juga memberikan fasilitas promosi secara gratis
kepada seluruh pelaku UMKM agar mereka memiliki kesempatan yang sama dalam
memperkenalkan produknya.
"DPPKBP3A
menjadi penanggung jawab kegiatan, sedangkan kami memfasilitasi promosi secara
gratis bagi seluruh UMKM dan peserta dari kabupaten maupun kota di Kalimantan
Timur yang ingin menampilkan produk-produk unggulannya," ujar Eva Yunita.
Menurut Eva, tas
rotan asal Sambaliung bukanlah produk yang baru dikenal. Selama beberapa tahun
terakhir, kerajinan tersebut telah berkali-kali mengikuti berbagai pameran di
luar daerah sebagai salah satu produk unggulan Kabupaten Berau. Setiap kali
dipromosikan, produk tersebut selalu mendapatkan respons positif karena
kualitas pengerjaan, ketahanan bahan, serta desainnya yang mampu mengikuti
perkembangan tren tanpa meninggalkan ciri khas lokal.
"Tas rotan itu
merupakan produk salah satu UMKM dari Sambaliung yang berada di bawah binaan
koperasi. Alhamdulillah sudah berulang kali mereka produksi. Setiap ada event
di luar daerah selalu kami bawa karena kualitasnya cukup baik dan mampu bersaing,"
katanya.
Ia menjelaskan,
keberhasilan produk lokal menarik perhatian dalam ajang tingkat provinsi
menjadi motivasi tersendiri bagi pemerintah daerah untuk terus memperkuat
pembinaan terhadap pelaku UMKM. Pendampingan akan dilakukan secara
berkelanjutan, mulai dari peningkatan kualitas produk, inovasi desain,
penguatan kemasan, hingga perluasan akses pemasaran agar produk-produk khas
Berau semakin dikenal masyarakat luas.
"Benar, sesuai
arahan Bapak Gubernur, kami akan terus melakukan pendampingan kepada UMKM agar
kualitas produknya semakin meningkat dan mampu bersaing di pasar yang lebih
luas," tegasnya.
Menurut Eva, promosi
melalui berbagai event bukan hanya bertujuan meningkatkan penjualan dalam
jangka pendek. Lebih dari itu, pameran menjadi ruang bagi pelaku UMKM untuk
membangun jejaring bisnis, memperkenalkan identitas produknya kepada calon
pembeli, sekaligus membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak.
Bagi Kabupaten Berau, keberhasilan tas rotan Sambaliung mencuri perhatian di Harganas 2026 menjadi pesan bahwa kekuatan ekonomi daerah tidak hanya berasal dari sektor pertambangan, perikanan, maupun pariwisata. Di balik itu, terdapat tangan-tangan kreatif para perajin lokal yang mampu mengubah rotan menjadi produk bernilai ekonomi tinggi sekaligus membawa identitas budaya Berau ke panggung yang lebih luas.
Dengan dukungan
pembinaan yang berkesinambungan, promosi yang semakin masif, serta meningkatnya
kualitas produk, tas rotan Sambaliung diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan
masyarakat Berau, tetapi juga mampu berkembang menjadi salah satu ikon ekonomi
kreatif Kalimantan Timur yang dikenal hingga pasar nasional bahkan
internasional. (sep/FN)