Sekda Berau Tegaskan Seluruh Seleksi Paskibraka Berjalan Transparan, Muhammad Said : Tidak Ada yang Bisa Diintervensi, Semua Murni Berdasarkan Kemampuan
POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Proses seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Berau Tahun 2026 dipastikan berlangsung tanpa intervensi. Di tengah tingginya antusiasme pelajar untuk menjadi anggota Paskibraka, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Berau, Muhammad Said, mengungkapkan bahwa selama proses seleksi memang ada sejumlah pihak yang berupaya menitipkan anak maupun kerabatnya agar dapat lolos. Namun, seluruh upaya tersebut dipastikan tidak memengaruhi hasil seleksi.
Komitmen itu
disampaikan Muhammad Said saat membuka secara resmi Pemusatan Pendidikan dan
Pelatihan (Pusdiklat) Calon Siswa (Casis) Paskibraka Kabupaten Berau Tahun 2026
yang digelar di Stadion Mini Teluk Bayur, Selasa (4/8/2026).
Menurutnya,
Pemerintah Kabupaten Berau bersama panitia sejak awal sepakat menjaga muruah
proses seleksi agar berjalan objektif, profesional, dan akuntabel. Seluruh
peserta yang dinyatakan lolos merupakan hasil seleksi berjenjang berdasarkan
kemampuan, kesehatan, kedisiplinan, serta kompetensi masing-masing, bukan
karena kedekatan dengan pejabat maupun rekomendasi pihak tertentu.
"Banyak yang
mencoba bertitip kepada kami agar anak atau keluarganya dimasukkan. Saya
sampaikan, silakan langsung ke panitia. Kami tidak bisa mengondisikan apa pun
dan sangat menghindari intervensi. Aturan dan tahapannya sudah jelas, tidak ada
yang bisa direkayasa," tegas Muhammad Said.
Pernyataan tersebut
disambut tepuk tangan para peserta dan tamu undangan. Bagi Muhammad Said,
integritas menjadi fondasi utama dalam proses pembinaan generasi muda, termasuk
dalam rekrutmen Paskibraka yang selama ini menjadi salah satu ajang paling
bergengsi bagi pelajar tingkat SMA, SMK, dan MA.
Ia menegaskan,
menjadi anggota Paskibraka bukan sekadar memperoleh kehormatan mengibarkan Sang
Saka Merah Putih pada Upacara Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.
Lebih dari itu, para anggota Paskibraka dipersiapkan menjadi generasi yang
memiliki disiplin tinggi, jiwa kepemimpinan, nasionalisme, serta karakter yang
kuat.
"Dari ribuan
siswa di Berau, mereka yang terpilih adalah putra-putri terbaik yang siap
memikul tanggung jawab besar melalui gemblengan kedisiplinan, mental, serta
karakter bangsa," ujarnya.
Muhammad Said
mengatakan, proses pendidikan dan pelatihan yang akan dijalani para peserta
bukanlah tahapan yang mudah. Selama beberapa pekan ke depan, mereka akan
ditempa melalui latihan fisik, pembentukan mental, penguatan wawasan
kebangsaan, hingga pendidikan karakter yang menjadi bekal dalam menjalankan
tugas kenegaraan maupun kehidupan sehari-hari.
Menurutnya,
nilai-nilai yang ditanamkan selama Pusdiklat diharapkan tidak berhenti setelah
peringatan HUT Kemerdekaan RI selesai. Disiplin, tanggung jawab, kerja sama,
dan jiwa kepemimpinan harus menjadi karakter yang terus melekat pada diri
setiap peserta.
Dalam kesempatan
tersebut, Muhammad Said juga menjelaskan adanya penyesuaian mekanisme
pelaksanaan Pusdiklat tahun ini. Jika sebelumnya kegiatan lebih banyak dikelola
oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), kini pelaksanaannya
dilakukan melalui kolaborasi lintas perangkat daerah sebagai bagian dari
kebijakan efisiensi anggaran pemerintah.
Meski demikian, ia
memastikan kualitas pendidikan dan pelatihan tidak akan berkurang. Seluruh
peserta tetap mendapatkan pembinaan secara maksimal dengan melibatkan pelatih
profesional dan berbagai instansi terkait.
Sementara itu, Kepala
Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan, dan Karakter Bangsa Kesbangpol Berau, Emy
Lestari, menjelaskan bahwa proses seleksi Paskibraka Tahun 2026 dilaksanakan
secara bertahap dan menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Berau, termasuk sekolah-sekolah
di kawasan pesisir maupun pedalaman.
Setelah proses
penjaringan, para peserta mengikuti serangkaian seleksi yang meliputi Tes
Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Inteligensia Umum (TIU), pemeriksaan kesehatan,
tes kepribadian, tes Peraturan Baris-Berbaris (PBB), serta tes kesamaptaan.
"Seluruh tahapan
seleksi dilaksanakan secara berjenjang untuk memastikan peserta yang terpilih
benar-benar memenuhi standar sebagai calon anggota Paskibraka," jelas Emy.
Dari seluruh tahapan
tersebut, ditetapkan sebanyak 39 peserta sebagai calon anggota Paskibraka
Kabupaten Berau Tahun 2026. Sebanyak 33 peserta, terdiri atas 17 putra dan 16
putri,akan bertugas pada Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia
tingkat Kabupaten Berau.
Sedangkan enam
peserta terbaik lainnya akan mewakili Kabupaten Berau mengikuti seleksi
Paskibraka tingkat Provinsi Kalimantan Timur hingga tingkat nasional. Emy
menambahkan, pembinaan peserta melibatkan Purna Paskibraka Indonesia (PPI)
Kabupaten Berau.
Rangkaian kegiatan
diawali dengan pra-Pusdiklat sejak 4 Juli 2026, dilanjutkan Pusdiklat Tahap I
di Stadion Mini Teluk Bayur, kemudian Pusdiklat Tahap II yang berlangsung pada
8–18 Agustus 2026 di Lapangan GOR Pemuda Tanjung Redeb.
Selain latihan fisik
dan baris-berbaris, para peserta juga mengikuti pembelajaran aktif pada malam
hari. Berbagai materi diberikan untuk memperkuat wawasan kebangsaan,
kepemimpinan, literasi digital, kesehatan, pelestarian lingkungan, perlindungan
anak dan perempuan, serta pencegahan penyalahgunaan narkoba.
Pembekalan tersebut
menghadirkan narasumber dari Kodim 0902/Berau, Polres Berau, Dinas Lingkungan
Hidup dan Kebersihan (DLHK), Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo),
Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, DPPKBP3A, hingga tim Pencegahan dan
Pemberantasan Penyalahgunaan serta Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
Melalui proses
pendidikan dan pelatihan yang komprehensif tersebut, Pemerintah Kabupaten Berau
berharap para calon anggota Paskibraka tidak hanya mampu menjalankan tugas
mengibarkan Sang Saka Merah Putih dengan sempurna pada peringatan Hari
Kemerdekaan, tetapi juga tumbuh menjadi generasi muda yang berintegritas,
berkarakter, berjiwa nasionalis, serta siap menjadi pemimpin masa depan yang
mampu membawa Kabupaten Berau semakin maju. (sep/FN)