BI Balikpapan Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Budidaya Ayam Petelur, Robi Ariadi : Produksi Lokal Penting Kendalikan Inflasi
POSKOTAKALTIMNEWS, BALIKPAPAN : Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Balikpapan terus memperkuat ketahanan pangan daerah melalui pengembangan budidaya ayam petelur. Program yang berkolaborasi dengan Baznas Provinsi Kalimantan Timur dan pemerintah daerah ini diharapkan mampu meningkatkan produksi telur lokal sekaligus membantu pengendalian inflasi.
Kepala Perwakilan
Bank Indonesia Balikpapan, Robi Ariadi, menegaskan bahwa ketahanan pangan
merupakan fondasi penting dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.
"Selain menjaga
stabilitas nilai rupiah, Bank Indonesia juga berperan mendukung pengendalian
inflasi melalui penguatan sektor riil, terutama peningkatan produksi komoditas
pangan strategis," ujar Robi saat membuka Workshop Pengelolaan Usaha Budidaya
Ayam Petelur 2026, baru baru.
Menurutnya, telur
ayam merupakan salah satu komoditas yang memberikan kontribusi terhadap laju
inflasi di Balikpapan, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), dan Kabupaten
Paser. Karena itu, peningkatan produksi dari peternak lokal menjadi langkah
strategis untuk menjaga kestabilan harga.
"Melalui
workshop ini diharapkan peserta memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan
yang dapat langsung diterapkan dalam mengelola usaha budidaya ayam petelur di
daerah masing-masing," katanya.
Robi menjelaskan,
hingga kini kebutuhan telur di Kalimantan Timur masih bergantung pada pasokan
dari luar daerah. Melalui pengembangan peternakan ayam petelur, ketergantungan
tersebut diharapkan dapat berkurang sehingga ketahanan pangan daerah semakin kuat.
Sementara itu, Wakil
Ketua III Baznas Provinsi Kalimantan Timur, Badrus Syamsi, mengapresiasi
sinergi yang terjalin bersama Bank Indonesia Balikpapan dalam memberdayakan
pondok pesantren melalui usaha produktif.
"Kolaborasi ini
telah memberikan dampak nyata terhadap penguatan ekonomi pondok pesantren. Kami
berharap program seperti ini dapat terus diperluas sehingga semakin banyak
pesantren yang mandiri secara ekonomi," ujarnya.
Workshop yang
berlangsung pada 3–8 Agustus 2026 ini diikuti peserta dari pondok pesantren dan
kelompok usaha di Balikpapan, PPU, dan Kabupaten Paser.
Pada hari pertama,
peserta mendapatkan materi mengenai prospek bisnis ayam petelur, rantai pasok,
peluang pasar, teknik budidaya, hingga manajemen kandang.
Selanjutnya, peserta
mengikuti program praktik lapangan di Pondok Pesantren Syekh Muhammad Arsyad
Al-Banjari yang telah berhasil mengembangkan usaha ayam petelur dan memasok
kebutuhan telur ke sejumlah restoran serta kafe di Balikpapan.
Selama lima hari,
peserta memperoleh pelatihan intensif mulai dari sistem pemeliharaan,
vaksinasi, formulasi pakan, pengendalian penyakit, penyusunan business plan,
hingga strategi pemasaran. Kegiatan juga dilengkapi kunjungan ke peternakan
ayam petelur yang telah sukses sebagai sarana belajar praktik terbaik.
Melalui program ini, KPwBI Balikpapan berharap lahir peternak ayam petelur yang profesional, mandiri, dan berkelanjutan sehingga mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga stabilitas harga pangan di Kalimantan Timur. (mid)