Gasali Minta DKK dan BPBD Siaga Antisipasi Dampak Asap Karhutla

img

Ketua Komisi VI DPRD Kota Balikpapan, Gasali.

 

POSKOTAKALTIMNEWS, BALIKPAPAN : Ketua Komisi VI DPRD Kota Balikpapan, Gasali, meminta Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Kesehatan Kota (DKK) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

 

Menurut Gasali, meski sumber asap berasal dari daerah lain, seperti Kabupaten Sampit, Kalimantan Tengah, potensi penyebaran asap ke Balikpapan tetap harus diwaspadai, terlebih jika musim kemarau berkepanjangan.

 

"DKK dan BPBD harus memperkuat langkah antisipasi untuk melindungi masyarakat. Pelayanan kesehatan juga harus disiapkan, terutama bagi kelompok rentan yang berisiko terdampak pencemaran udara," ujar Gasali, Kamis (6/8/2026).

 

Ia mengingatkan, apabila dalam beberapa pekan ke depan hujan belum turun, tidak menutup kemungkinan kabut asap akan memengaruhi kualitas udara di sejumlah wilayah Balikpapan.

 

"Kita harus waspada. Jika kemarau terus berlanjut tanpa hujan, penyebaran asap ke wilayah Balikpapan sangat mungkin terjadi," katanya.

 

Gasali juga menyoroti informasi mengenai kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di kawasan Bukit Soeharto. Menurutnya, kondisi tersebut dapat memperburuk kualitas udara dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

 

"Karhutla yang terjadi saat ini berpotensi menurunkan kualitas udara dan meningkatkan kasus ISPA. Karena itu, langkah pencegahan harus dilakukan sejak dini," tegas politisi Partai Golkar tersebut.

 

Ia mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan saat cuaca panas, menjaga kondisi kesehatan, serta tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah selama musim kemarau.

"Jangan membakar lahan atau sampah. Jika ada api sekecil apa pun, segera dipadamkan agar tidak meluas. Karhutla bukan hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga bisa mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat," pungkasnya. (mid)