Antisipasi Dampak El Nino, Pemkab Kukar Salurkan Pompa Air hingga Combine Harvester ke Kelompok Tani
Alsintan Combine Harvester yang diserahkan oleh Pemkab Kukar kepada Kelompok Tani. (Kriz)
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR: Mengantisipasi potensi dampak El Nino yang berisiko mengurangi ketersediaan air untuk lahan pertanian, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menyalurkan bantuan Alat Dan Mesin Pertanian (Alsintan) kepada kelompok tani di sejumlah kecamatan.
Bantuan berupa pompa air,
combine harvester, serta traktor tersebut diserahkan di Balai Benih Induk (BBI)
Rempanga, Kecamatan Loa Kulu, Kamis (6/8/2026).
Penyaluran alsintan itu
menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga produktivitas pertanian di tengah
musim kemarau sekaligus meningkatkan efisiensi pekerjaan petani, mulai dari
pengolahan lahan hingga proses panen.
Kepala Bidang Sarana dan
Prasarana Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar, Nazyarudin,
mengatakan seluruh bantuan yang disalurkan disesuaikan dengan kebutuhan
kelompok tani di lapangan.
Karena itu, jenis alsintan
yang diterima setiap kelompok berbeda, bergantung pada kondisi wilayah dan
tahapan usaha tani yang dijalankan.
"Kami berharap
kelompok tani yang menerima bantuan dapat memanfaatkannya secara optimal karena
alsintan ini sangat membantu, baik dalam kegiatan prapanen maupun
pascapanen," ujarnya.
Ia menjelaskan, pemerintah
memprioritaskan penyaluran pompa air untuk membantu petani menghadapi musim
kemarau, sementara combine harvester disiapkan untuk meningkatkan efisiensi
panen.
Adapun traktor roda dua
dan roda empat diperuntukkan mendukung pengolahan lahan.
Pada penyaluran kali ini,
Distanak Kukar mendistribusikan empat unit combine harvester, satu unit traktor
roda empat, lima unit traktor roda dua, serta tiga unit pompa air.
Bantuan tersebut diberikan
kepada kelompok tani di Kecamatan Tenggarong, Anggana, Samboja, Marangkayu, Loa
Kulu.
Menurutnya, seluruh
bantuan yang diterima merupakan usulan dari kelompok tani yang kemudian
dihimpun pemerintah daerah untuk diajukan kepada Kementerian Pertanian.
"Seluruh usulan
berasal dari kebutuhan dan aspirasi kelompok tani yang kemudian kami rangkum
dan ajukan ke Kementerian Pertanian. Setelah disetujui, bantuan tersebut
disalurkan kepada kelompok tani penerima," ungkapnya.
Salah satu penerima
bantuan, Manajer Brigade Pangan Desa Sebuntal, Kecamatan Marangkayu, Yusran
Basri, mengatakan kelompoknya menerima satu unit combine harvester merek Inari.
Bantuan tersebut dinilai
akan mempercepat proses panen sekaligus mengurangi beban kerja petani.
"Kami sangat
berterima kasih dan sangat bersyukur dengan adanya bantuan combine dari
pemerintah pusat. Bantuan ini sangat membantu kegiatan kami di sektor pertanian,
khususnya untuk usaha tani padi," ucapnya.
Ia mengungkapkan,
wilayahnya saat ini juga tengah mengalami musim kemarau. Meski demikian,
aktivitas tanam masih tetap berjalan karena sebelumnya kelompok tani telah
memperoleh bantuan pompa air.
"Alhamdulillah
sebelumnya kami juga sudah menerima bantuan pompa air, sehingga sangat membantu
petani menghadapi musim kemarau," kata dia.
Ia memperkirakan hasil
panen pada musim tanam kali ini sedikit menurun akibat pengaruh cuaca.
Namun, lanjutnya,
produktivitas sawah di wilayahnya masih berada pada kisaran lima hingga enam
ton per hektare dan diharapkan tetap terjaga dengan dukungan sarana pertanian
dari pemerintah.
Ia berharap dukungan
terhadap sektor pertanian tidak berhenti pada penyaluran alsintan, sehingga
kesejahteraan petani dapat terus meningkat.
"Harapan kami semoga
ke depan pertanian semakin maju dan pemerintah terus memberikan perhatian agar
kesejahteraan petani semakin meningkat," pungkasnya. (kriz)