Kebakaran Hanguskan 4 Rumah di Timbau Tenggarong, Petugas Terkendala Air Surut dan Akses

img

Proses pemadaman yang menghanguskan 4 rumah di Kelurahan Timbau. (Kriz)

 

POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Kobaran api menghanguskan empat rumah di Jalan Ruan Gang Kutai, RT 03, Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar), Sabtu (8/8/2026) sekitar pukul 13.30 WITA, berhasil dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran dan relawan.

 

Proses pemadaman sempat terkendala lantaran Sungai Mahakam sedang surut, sementara lokasi kebakaran berada di bagian dalam permukiman yang sulit dijangkau kendaraan pemadam.

 

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kukar, Fida Hurasani, mengatakan sebanyak tujuh bangunan terdampak dalam kejadian tersebut, terdiri dari empat bangunan yang terbakar dan tiga lainnya terdampak.

 

“Kalau yang kayu habis, sementara yang beton tadi cuma atapnya,” ujarnya.

 

Menurutnya, kondisi Sungai Mahakam yang surut menjadi salah satu kendala utama dalam proses pemadaman.

 

“Air dari Mahakam surut jauh ke bawah. Jadi tadi air kami tidak maksimal sampai ke titik, hanya bisa untuk memblokir,” ungkapnya.

 

Selain persoalan sumber air, akses menuju titik kebakaran juga menyulitkan petugas.

 

Lokasi rumah yang terbakar berada di bagian dalam permukiman dan tidak tepat di pinggir jalan, sehingga unit pemadam tidak dapat masuk secara maksimal.

 

Ia menyebut kondisi cuaca terik, angin kencang dan air sungai yang surut menjadi tantangan tersendiri bagi petugas.

 

Upaya pemadaman akhirnya dilakukan dengan sejumlah strategi, termasuk memblokir jalur rambatan api agar tidak menjalar ke bangunan lain.

 

Dalam penanganan tersebut, Disdamkarmatan Kukar mengerahkan sekitar delapan unit kendaraan pemadam.

 

Satu unit tetap disiagakan di kawasan Patimura, sementara unit lainnya dikerahkan ke lokasi kebakaran.

 

Proses pemadaman berlangsung kurang lebih satu jam, petugas juga dibantu relawan untuk mengendalikan kobaran api sekaligus melakukan pemblokiran agar api tidak meluas ke rumah warga lainnya.

 

“Yang kita khawatirkan seperti ini karena kawasan ini padat penduduk. Banyak pola dan strategi, tapi banyak juga tantangannya, terutama sumber air,” ungkapnya.

 

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, sejumlah warga sempat mengalami kepanikan.

 

“Korban jiwa tidak ada. Tadi ada yang pingsan, mungkin karena kaget. Ada sekitar tiga orang yang dipapah, cuma kondisinya tidak terlalu mengkhawatirkan,” kata dia.

 

Terkait penyebab kebakaran, Fida mengatakan pihaknya belum dapat memastikan. Saat petugas tiba di lokasi, kobaran api sudah cukup besar sehingga penyebab awal kejadian masih menunggu pemeriksaan petugas berwenang.

 

“Karena kami datang pun sudah api sangat besar sekali. Biarkan nanti petugas yang berwajib melakukan olah TKP,” ujarnya.

 

Fida menyebut, keberadaan Sungai Mahakam di sekitar kawasan tersebut tidak serta-merta membuat proses pemadaman menjadi mudah.

 

Kondisi sungai yang surut justru menjadi kendala ketika petugas membutuhkan pasokan air dalam jumlah besar.

 

“Walaupun kejadian itu di pinggir bantaran sungai, tidak mesti semua berjalan dengan lancar. Apalagi dalam situasi seperti ini, sungai surut dan tiupan angin yang kencang,” pungkasnya.

 

Sementara itu, salah seorang warga setempat, Renaldi mengaku awalnya sedang beristirahat ketika mendengar suara warga berteriak dari sekitar lokasi.

 

Teriakan tersebut membuatnya terbangun dan menyadari adanya kebakaran di kawasan permukiman.

 

“Saya waktu itu sedang tidur siang, tiba-tiba dengar warga teriak kebakaran. Pas saya keluar, ternyata api sudah besar,” kata dia.

 

Ia kemudian melihat warga mulai keluar dari rumah masing-masing untuk menyelamatkan diri dan mengamankan barang-barang dari bangunan di sekitar lokasi.

 

“Setelah itu tidak lama terdengar suara ledakan. Warga langsung ramai keluar karena takut apinya menjalar ke rumah yang lain,” ujarnya.

 

Renaldi mengatakan, berdasarkan informasi yang beredar di antara warga, kebakaran diduga bermula dari sebuah rumah yang kompor dalam keadaan menyala tetapi ditinggal pemiliknya.

 

“Informasinya kemungkinan dari kompor yang masih menyala, tapi ditinggal pemilik rumah,” pungkasnya. (Kriz)