9 Desa Disiapkan Masuk Program PLN 2027, Pemkab Kukar Usulkan Penguatan PLTS
Bupati Kukar, Aulia
Rahman Basri. (Kriz)
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Sembilan desa di Kutai Kartanegara (Kukar) disiapkan masuk dalam program listrik desa yang direncanakan PT PLN pada 2027.
Pemerintah Kabupaten
(Pemkab) Kukar mengusulkan agar program tersebut sekaligus memperkuat
Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) komunal yang telah lebih dulu dibangun
pemerintah daerah.
Sejumlah desa yang
disebut masuk dalam rencana tersebut di antaranya Desa Sepatin, Desa Tunjungan,
Desa Menamang Kiri, Desa Menamang Kanan, Desa Kupang Baru, Desa Liang Buaya,
Desa Enggelam dan Desa Muara Enggelam
Bupati Kukar, Aulia
Rahman Basri mengatakan, Pemkab Kukar sebelumnya telah melakukan intervensi
melalui pembangunan PLTS komunal di sembilan desa yang masuk dalam rencana
program PLN tersebut.
Menurutnya,
keberadaan PLN diharapkan tidak membuat program kelistrikan yang telah dibangun
pemerintah daerah berjalan sendiri.
Sebaliknya, fasilitas
yang sudah tersedia dapat menjadi bagian dari penguatan layanan listrik bagi
masyarakat.
“Memang tahun 2027
itu direncanakan ada sembilan desa yang akan mendapatkan intervensi dari PLN
terkait dengan listrik desa ini. Akan tetapi kami menyampaikan bahwa sebenarnya
di kesembilan desa ini pemerintah daerah sudah melaksanakan intervensi dalam bentuk
pembangunan PLTS komunal,” ujarnya, Kamis (17/9/2026).
Ia menjelaskan,
kapasitas PLTS komunal yang dibangun Pemkab Kukar masih terbatas, yakni berada
pada kisaran 40 hingga 60 kilowatt peak (kWp).
Kapasitas tersebut
membuat pemanfaatannya di masyarakat belum mampu mencakup seluruh kebutuhan
rumah tangga.
Dengan kapasitas
tersebut, listrik yang dihasilkan selama ini lebih banyak digunakan untuk
kebutuhan dasar, seperti penerangan dan menyalakan sejumlah perangkat
elektronik di rumah warga.
“Sehingga di
masyarakat penggunaannya ini hanya cukup untuk penerangan, cukup untuk
menyalakan TV, mungkin kulkas masih belum cukup,” jelasnya.
Karena itu, kata
dia, Pemkab Kukar berharap intervensi
PLN pada 2027 tidak hanya menghadirkan pembangkit baru, tetapi dapat memperkuat
sistem yang telah dibangun pemerintah daerah.
Dengan penguatan
tersebut, kebutuhan listrik rumah tangga masyarakat di sembilan desa diharapkan
dapat terlayani lebih baik.
Ia mengatakan,
pembicaraan mengenai sinergi tersebut telah dilakukan bersama PLN.
Pemkab Kukar ingin
program kelistrikan di desa tidak berjalan secara terpisah antara pemerintah
daerah dan PLN.
“Dengan hadirnya PLN
kita berharap ini bisa bersinergi. Kami berharap PLN tidak jalan sendiri,
pemerintah daerah itu berjalan sendiri,” tuturnya.
Menurutnya, bentuk
kerja sama dalam pengelolaan fasilitas tersebut masih dapat dibahas lebih
lanjut. Salah satu opsi yang disebutkannya adalah melalui kerja sama
operasional (KSO), maupun bentuk kerja sama lain yang disepakati bersama.
“Jadi harapan kita
PLTS yang sudah terbangun ini, apalagi PLN juga intervensinya dalam bentuk
pembangunan PLTS, maka kita berharap PLTS yang sudah kita bangun inilah yang
dikuatkan oleh PLN,” kata dia.
Bagi Pemkab Kukar, kata dia, program listrik desa tidak semata-mata berkaitan dengan tersedianya sumber listrik, tetapi juga bagaimana layanan tersebut mampu meningkatkan aktivitas dan kualitas hidup masyarakat di wilayah yang selama ini belum mendapatkan layanan listrik secara optimal.
“Terkait dengan
prosesnya nanti bisa kita KSO atau apa pun itu. Tapi bagi kami, pemerintah
daerah, adalah bagaimana kualitas kesejahteraan dan kualitas hidup warga
masyarakat kita yang ada di desa itu bisa kita tingkatkan dengan adanya
program,” pungkasnya. (Adv/Kriz)