PPPK Kukar Ditempatkan Jauh dari Domisili, DPRD Minta Penataan Kembali
Anggota Komisi I DPRD
Kukar, Desman Minang Endianto. (Kriz)
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Penempatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) optimalisasi yang jauh dari domisili menjadi perhatian DPRD Kutai Kartanegara (Kukar).
Sejumlah PPPK
ditempatkan di Kecamatan yang berjarak cukup jauh dari tempat tinggalnya,
sehingga harus menanggung beban perjalanan tambahan untuk menjalankan tugas.
Anggota Komisi I DPRD
Kukar, Desman Minang Endianto, mengatakan persoalan tersebut menjadi salah satu
aduan yang diterima pihaknya.
Komisi I yang
merupakan mitra kerja Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia
(BKPSDM) Kukar menilai kondisi geografis Kukar perlu menjadi pertimbangan dalam
penempatan PPPK.
Ia mencontohkan,
terdapat PPPK yang berdomisili di Tenggarong namun ditempatkan di Kenohan, Kota
Bangun hingga Anggana.
Kondisi serupa juga
terjadi pada sejumlah PPPK dari Kecamatan lain yang ditempatkan cukup jauh dari
daerah asalnya.
“Yang kita harapkan
adalah ada penataan kembali. Jangan sampai penempatan ini justru membuat mereka
kesulitan menjalankan tugas karena persoalan jarak dan kondisi geografis,”
ujarnya saat ditemui di gedung DPRD Kukar pada Jumat (25/9)2026).
Menurutnya, kondisi
geografis Kukar memiliki karakteristik berbeda karena wilayahnya luas dan jarak
antarkecamatan cukup jauh.
Karena itu, ia
menilai diperlukan penjelasan sekaligus solusi dari pemerintah pusat terkait
mekanisme penempatan PPPK optimalisasi.
Ia menegaskan,
persoalan tersebut bukan berarti pihaknya mengabaikan konsekuensi yang muncul
setelah seseorang mengikuti proses seleksi PPPK.
Namun, pemerintah
dinilai tetap perlu melihat kondisi faktual di lapangan agar penempatan tidak
menimbulkan persoalan baru.
“Bukan berarti kita
mengatakan mereka tidak memahami konsekuensi ketika mendaftar. Tetapi saya
yakin pemerintah masih bisa memberikan solusi agar PPPK optimalisasi ini tetap
bisa bekerja dengan baik,” ucapnya.
Ia juga
mengkhawatirkan jarak penempatan yang terlalu jauh dapat berpengaruh terhadap
kehadiran dan kinerja PPPK.
Menurutnya, tujuan
utama pengangkatan PPPK adalah memenuhi kebutuhan pelayanan pemerintah,
sehingga kondisi kerja harus turut diperhatikan.
“Kalau hari ini
jaraknya jauh, kemudian tingkat kehadiran juga rendah, kan kasihan juga. Kita
ingin mereka bisa bekerja secara optimal dan pemerintah juga mendapatkan
manfaat dari keberadaan mereka,” kata dia.
DPRD Kukar berencana
membawa persoalan tersebut ke pemerintah pusat.
Ia menyebut pihaknya
dijadwalkan berangkat ke Jakarta pada Rabu (30/9/2026) mendatang untuk meminta
penjelasan sekaligus menyampaikan kondisi yang dialami PPPK di Kukar.
Ia berharap ada
kebijakan yang dapat memberikan ruang penataan kembali terhadap penempatan
PPPK, dengan tetap mempertimbangkan kebutuhan organisasi, kondisi geografis,
serta keadaan para pegawai.
“Mudah-mudahan ada
penempatan yang sesuai dengan yang diharapkan PPPK. Ini menyangkut keselamatan
dan kesejahteraan mereka juga,” ucapnya.
Selain jarak, ia
menilai kemampuan ekonomi PPPK juga perlu menjadi perhatian. Sebab, biaya
perjalanan dari tempat tugas menuju domisili dapat menjadi beban tambahan,
terlebih bagi mereka yang harus pulang secara berkala.
Salah satu PPPK asal
Tenggarong yang kini bertugas di Tabang, yang meminta namanya tidak disebutkan,
mengaku kondisi tersebut cukup membebani kebutuhan sehari-hari.
Ia mengatakan harus
beberapa kali melakukan perjalanan pulang-pergi antara Tabang dan Tenggarong
dalam satu bulan.
“Kalau untuk
kebutuhan sehari-hari saja masih kurang, karena kami harus bolak-balik Tabang
dan Tenggarong. Dalam sebulan itu bisa dua sampai tiga kali pulang-pergi,”
ungkapnya.
Ia berharap
pemerintah dapat mempertimbangkan kembali kondisi PPPK yang ditempatkan jauh
dari domisili.
Menurutnya, penataan penempatan akan membantu PPPK menjalankan tugas tanpa harus menghadapi beban perjalanan yang terlalu besar.
“Harapannya ada
solusi dari pemerintah, terutama penempatan yang bisa mempertimbangkan domisili
dan kondisi di lapangan. Kami ingin tetap menjalankan tugas dengan baik, tetapi
beban perjalanan juga perlu diperhatikan,” pungkasnya. (Adv/Kriz)