BUMDea Bebaya Mandiri Loa Lepu Kembangkan Beragam Usaha, DPMD Kukar Beri Apresiasi
Kantor BUMDes Bebaya
Mandiri. (Doc. Pemdes Loa Lepu)
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bebaya Mandiri Desa Loa Lepu, Kecamatan Tenggarong Seberang terus mengembangkan beragam bidang usaha, mulai dari pengadaan kebutuhan desa, pemenuhan kebutuhan dapur SPPG, kerja sama perikanan, hingga pengembangan hortikultura dan penyewaan lapak UMKM.
Langkah tersebut
mendapat apresiasi dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kutai
Kartanegara karena dinilai mampu membuka ruang usaha sekaligus menggerakkan
perekonomian masyarakat desa.
Badan Usaha Milik
Desa (BUMDes) Bebaya Mandiri mengembangkan unit usahanya dengan melihat potensi
dan kebutuhan yang ada di Desa Loa Lepu.
Selain pengadaan
untuk keperluan desa, BUMDes kini mulai mengambil bagian dalam pemenuhan
kebutuhan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Loa Lepu.
Kepala Desa Loa Lepu,
Sumali mengatakan, pengembangan usaha BUMDes diarahkan agar kegiatan yang
dijalankan tidak hanya menghasilkan pendapatan, tetapi juga membuka ruang kerja
sama dengan masyarakat.
“Yang kami lihat,
potensi di desa cukup banyak dan bisa dikembangkan. Karena itu, BUMDes tidak
hanya berhenti pada pengadaan untuk kebutuhan desa, tetapi mulai masuk ke
beberapa kegiatan usaha yang bisa dikerjasamakan dengan masyarakat,” ujarnya
saat dihubungi pada Jumat (25/9/2026).
Di sektor perikanan,
BUMDes Bebaya Mandiri mulai membangun kerja sama pendanaan dengan peternak
keramba ikan nila di Sungai Loa Lepu melalui pola bagi hasil.
Pengembangan usaha
juga menyasar sektor pertanian, BUMDes mulai menjalin kerja sama dengan petani
lokal dalam mendukung ketahanan pangan desa.
Saat ini, lanjutnya,
para petani tengah mempersiapkan lahan untuk penanaman komoditas hortikultura
di Desa Loa Lepu.
“Untuk perikanan,
kami sudah mulai masuk melalui kerja sama dengan peternak keramba ikan nila. Di
pertanian juga sedang kami persiapkan bersama petani lokal, khususnya untuk
pengembangan hortikultura,” jelasnya.
Selain sektor
produktif, BUMDes Bebaya Mandiri turut memanfaatkan aset desa untuk mendukung
pelaku UMKM.
Sejumlah bangunan
lapak di pinggir jalan disewakan kepada UMKM desa untuk menjalankan kegiatan
usaha.
Dari berbagai
kegiatan tersebut, BUMDes Bebaya Mandiri saat ini telah memberikan kontribusi
terhadap Pendapatan Asli Desa (PADes), meski nilainya masih berada di kisaran
Rp20 juta per tahun.
Ia menyebut
kontribusi tersebut masih dapat dikembangkan seiring bertambahnya kegiatan
usaha BUMDes.
Ia berharap sejumlah
usaha yang mulai berjalan tahun ini dapat memberikan hasil yang lebih besar
pada akhir tahun.
“Memang kalau melihat
angka PADes sekarang masih sekitar Rp20-an juta per tahun. Tapi kami melihat
ada perkembangan usaha yang mulai berjalan tahun ini. Mudah-mudahan dari situ
kontribusinya bisa ikut bertambah,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala
Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto mengapresiasi
langkah BUMDes Bebaya Mandiri dalam mengembangkan usaha dengan memanfaatkan
potensi yang tersedia di desa.
Menurutnya,
pengembangan usaha BUMDes menjadi salah satu ruang bagi desa untuk mengelola
potensi lokal sekaligus membangun kegiatan ekonomi yang melibatkan masyarakat.
Ia berharap pengelola
BUMDes terus memperkuat tata kelola dan mengembangkan inovasi agar usaha yang
dijalankan tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi dapat berkembang sesuai
peluang yang ada.
“Potensi setiap desa
berbeda-beda, sehingga inovasinya juga harus mengikuti kondisi dan peluang yang
ada. BUMDes perlu terus mencari bentuk usaha yang produktif dan memiliki
prospek agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas,” ujarnya.
Ia menilai
pengembangan sektor pengadaan, perikanan, pertanian, hingga penyediaan lapak
bagi UMKM menunjukkan adanya upaya memperluas peran BUMDes dalam kegiatan
ekonomi desa.
“Yang penting
bagaimana BUMDes mampu menciptakan kegiatan ekonomi yang melibatkan masyarakat.
Kalau dikelola secara konsisten, kontribusinya terhadap desa tentu bisa semakin
berkembang,” pungkasnya. (Adv/Kriz)