Gratispol Jadi Perhatian Pusat, Kaltim Fokus Percepat Pembangunan Infrastruktur

img

POSKOTAKALTIMNEWS, SAMARINDA : Kalimantan Timur (Kaltim) memasuki babak baru pembangunan. Sejumlah capaian yang diraih dalam beberapa waktu terakhir dinilai mulai mengubah wajah Kaltim sekaligus menjadikan daerah ini sebagai salah satu rujukan di tingkat nasional.

Salah satu kebijakan yang mendapat perhatian adalah Program Gratispol Pendidikan. Program unggulan Pemprov Kaltim tersebut memberikan dukungan pendidikan hingga jenjang S1, S2 dan S3.

Kini, pemerintah pusat juga merencanakan kebijakan pembiayaan pendidikan gratis mulai jenjang SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi negeri melalui pembiayaan APBN.

Gubernur Kaltim Dr H Rudy Mas'ud menyambut positif rencana Presiden RI Prabowo Subianto tersebut.

"Alhamdulillah, Kaltim sudah lebih dulu dengan Program Gratispol Pendidikan. Syukur alhamdulillah pusat kemudian merencanakan pendidikan gratis SD sampai perguruan tinggi negeri," papar Gubernur Rudy saat memimpin Morning Briefing di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kaltim, Senin (28/9/2026).

Dua pekan sebelumnya, Gubernur Rudy secara khusus diminta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi untuk memaparkan Program Gratispol Pendidikan kepada para pemangku kepentingan bidang pendidikan di Indonesia dan negara sahabat.

Dalam kesempatan itu, Rudy menyampaikan bahwa pada 2026 Pemprov Kaltim telah mengalokasikan Rp1,3 triliun untuk Gratispol Pendidikan Tinggi.

Kaltim juga telah tergabung dalam aplikasi SatuBeasiswa Indonesia yang digagas Kemendiktisaintek. Melalui program tersebut, disiapkan alokasi Rp750 miliar bagi anak-anak Kaltim, baik yang menempuh pendidikan di dalam maupun luar Kaltim.

Menurut Rudy, apabila program pendidikan gratis pemerintah pusat segera terealisasi, daerah akan memperoleh ruang fiskal untuk mengalokasikan anggaran pada prioritas pembangunan lainnya.

"Mulai tahun depan kita bisa fokus ke jalan," kata Gubernur.

 

Setelah pembangunan jalan menuju tiga desa yang sebelumnya berstatus tertinggal, yakni Gerunggung, Tanjung Soke dan Deraya, dituntaskan tahun ini, Pemprov Kaltim akan mengarahkan perhatian pada pembangunan ruas Sotek–Bongan.

Jalur tersebut diproyeksikan menghubungkan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dengan Kabupaten Kutai Barat (Kubar).

"Di saat yang sama kita juga akan perbaiki jalan-jalan di pesisir utara dan selatan, termasuk perbatasan Mahakam Ulu," sambung Rudy.

Sementara itu, Dinas PUPR Kaltim melaporkan sejumlah alat berat telah berada di jalur menuju Long Apari. Peralatan tersebut disiapkan untuk mendukung perbaikan jalan, terutama dalam memudahkan akses dan distribusi logistik sebagai dampak surutnya Sungai Mahakam dalam beberapa bulan terakhir.

"Mudahan cuaca mendukung untuk kita lakukan perbaikan," harap Gubernur.

Selain sektor pendidikan dan pembangunan infrastruktur, Rudy menyebut sejumlah capaian Kaltim di bidang keagamaan juga semakin mendapat perhatian nasional.

Kaltim tercatat berturut-turut menjadi juara umum Musabaqah Tilawatil Qur'an Nasional (MTQN) pada 2024 dan 2026. Sebelumnya, Kaltim juga sukses menjadi juara umum Seleksi Tilawatil Qur'an dan Hadis (STQH) Nasional 2025.

Menurut Rudy, capaian tersebut mendapat perhatian dari sejumlah kepala daerah yang ingin mempelajari pola pembinaan dan strategi yang diterapkan Kaltim.

"Mereka sudah mencoba belajar dan mengadopsi cara-cara yang dilakukan Kaltim, tapi mereka belum berhasil," ujarnya.

Rudy menilai capaian tersebut menjadi energi positif bagi Kaltim untuk terus meningkatkan kualitas pembangunan dan prestasi daerah.

"Ini menjadi energi positif bagi kita. Bagus sekali karena sekarang, Kaltim sudah menjadi barometer nasional," jelas Gubernur Rudy.(mar)