Aksi Bersih Sungai Segah : DLHK Berau Dorong Masyarakat Menjaga Sumber Kehidupan dan Penggerak Ekonomi Daerah
POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Sungai Segah kembali menjadi titik perhatian Pemerintah Kabupaten Berau. Bukan hanya karena aktivitas pembersihan yang melibatkan ratusan orang, tetapi karena sungai yang membelah kawasan tersebut memiliki peran jauh lebih besar dalam kehidupan masyarakat.
Bagi Dinas Lingkungan
Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Berau, menjaga Sungai Segah tidak cukup
dilakukan dengan mengangkut sampah dari bantaran sungai. Yang jauh lebih
penting adalah membangun kesadaran agar masyarakat menjadikan kebersihan sungai
sebagai kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
Pesan itu disampaikan
Kepala DLHK Berau, Zulkifli Azhari, saat memimpin aksi Bersih Sungai Segah
dalam rangka memperingati Hari Sungai Nasional 2026, Kamis (8/10/2026).
Kegiatan yang
berlangsung di bantaran Sungai Segah tersebut melibatkan ratusan peserta dari
berbagai unsur. Mulai dari pelajar, TNI-Polri, mahasiswa pencinta alam
(Mapala), komunitas pencinta lingkungan, jajaran organisasi perangkat daerah
(OPD), hingga masyarakat ikut ambil bagian.
Namun, DLHK Berau
menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak boleh berhenti sebagai agenda tahunan.
Bersih sungai,
menurut Zulkifli, harus menjadi pintu masuk untuk membangun kesadaran yang
lebih luas bahwa keberadaan sungai berkaitan langsung dengan keberlangsungan
kehidupan manusia dan lingkungan.
“Ini bukan hanya
seremonial, tapi membangun rasa bahwa kebersihan sungai adalah bagian dari gaya
hidup kita. Karena sungai adalah keberlangsungan hidup dari ekosistem dalam
lingkungan kita,” ujar Zulkifli.
Zulkifli menjelaskan,
sungai memiliki keterkaitan dengan sektor pertanian dan perikanan. Selain itu,
keberadaan sungai juga mendukung jalur mobilitas berbagai aktivitas ekonomi
daerah, termasuk pergerakan hasil tambang batu bara.
Karena itu, menurut
dia, sungai tidak tepat jika hanya dipandang sebagai bagian dari lingkungan
yang perlu dibersihkan ketika momentum tertentu tiba. Sungai merupakan bagian
dari sistem kehidupan yang manfaatnya dirasakan masyarakat dalam berbagai
sektor.
“Di Kabupaten Berau,
sungai adalah salah satu sumber dari penggerak ekonomi. Ada pertanian, ada
perikanan. Dan juga mengalirnya hasil tambang-tambang batubara yang menjadi
pendukung ekonomi di Kabupaten Berau,” ungkapnya.
Pandangan tersebut
menjadi salah satu alasan DLHK Berau terus mendorong keterlibatan berbagai
elemen dalam menjaga lingkungan. Pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri.
Peran masyarakat,
pelaku usaha, komunitas lingkungan, generasi muda dan seluruh pemangku
kepentingan dibutuhkan agar upaya menjaga sungai dapat berjalan secara
berkelanjutan.
Bagi DLHK Berau,
keberhasilan kegiatan bersih sungai tidak semata-mata diukur dari banyaknya
sampah yang berhasil dikumpulkan dalam satu kegiatan. Ada target yang lebih
panjang, yakni perubahan pola pikir dan perilaku masyarakat.
Jika kebersihan
sungai hanya dijaga ketika ada kegiatan gotong royong, persoalan lingkungan
akan terus berulang. Karena itu, masyarakat didorong untuk melihat sungai
sebagai bagian dari ruang hidup yang harus dirawat bersama.
Momentum Hari Sungai
Nasional 2026 pun dimanfaatkan DLHK Berau untuk mengingatkan kembali bahwa
menjaga sungai bukan pekerjaan satu instansi. Kebersihan sungai dimulai dari
kepedulian setiap orang terhadap lingkungan di sekitarnya.
Zulkifli berharap
kegiatan tersebut dapat memperkuat kesadaran bahwa sungai memiliki fungsi
ekologis sekaligus sosial dan ekonomi. Ketika sungai dijaga, masyarakat tidak
hanya mempertahankan kebersihan lingkungan, tetapi juga ikut menjaga ekosistem
dan berbagai aktivitas yang bergantung pada keberadaan sumber daya perairan.
Karena itu, DLHK
Berau mengajak masyarakat, pelaku industri dan seluruh pemangku kepentingan
untuk tidak lagi memandang sungai sebatas sarana pendukung aktivitas manusia.
Sungai harus
diperlakukan sebagai aset bersama yang keberadaannya perlu dijaga untuk
kepentingan masyarakat saat ini maupun generasi mendatang.
“Jadi kita bukan hanya melihat sungai sebagai
sarana, tapi sungai adalah sumber kehidupan untuk manusia dan lingkungan,”
pungkas Zulkifli.
Aksi Bersih Sungai
Segah akhirnya bukan sekadar cerita tentang ratusan orang yang turun memungut
sampah di bantaran sungai.
Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi
pesan DLHK Kabupaten Berau bahwa menjaga sungai harus dimulai dari perubahan
kebiasaan, dilakukan bersama, dan dipertahankan setelah kegiatan berakhir.
Sebab, ketika Sungai
Segah tetap terjaga, yang dipertahankan bukan hanya kebersihan air dan
lingkungan, tetapi juga bagian dari kehidupan dan roda ekonomi masyarakat
Berau. (sep/FN)