Dinas PU Kukar Targetkan Perbaikan Jalan Muso Bin Salim Rampung Akhir Desember
Kondisi Jalan Muso
Bin Salim yang sedang dalam proses perbaikan. (Kriz)
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menargetkan perbaikan Jalan Muso Bin Salim, Kecamatan Tenggarong, rampung pada akhir Desember 2026.
Pekerjaan dengan
anggaran sekitar Rp8 miliar tersebut mencakup penuntasan badan jalan dan
saluran drainase.
Kepala Bidang Bina
Marga Dinas PU Kukar, Linda Juniarti, mengatakan progres pengerjaan berdasarkan
laporan terakhir yang diterimanya mencapai 61 persen.
Ia memperkirakan
capaian tersebut telah meningkat, meski belum menerima laporan resmi untuk
pekan berjalan.
“Kalau yang
sebelumnya itu sudah 61 persen progresnya. Cuma untuk minggu-minggu ini belum,”
ujarnya saat dihubungi pada Senin (12/10/2026).
Pekerjaan yang masih
berlangsung meliputi penyelesaian drainase di kawasan Dinas Kesehatan Kukar
hingga Jalan Cuk Nyak Dien.
Selain itu,
penuntasan badan jalan dan pembangunan satu unit box di sekitar Polsek
Tenggarong juga menjadi bagian dari pekerjaan tersebut.
Ia menjelaskan,
panjang badan jalan yang ditangani diperkirakan mencapai 320 hingga 360 meter.
Berdasarkan
perkembangan pekerjaan sebelumnya, sekitar 260 meter telah dikerjakan,
sedangkan bagian yang tersisa masih dalam proses penyelesaian.
“Kalau minggu yang
lalu itu sudah 260. Sisa 100 meter yang masih dalam proses pengerjaan,”
ucapnya.
Perbaikan ini menjadi
bagian dari penanganan kondisi jalan yang mengalami kerusakan setelah dilalui
alat berat saat pengerjaan saluran sebelumnya.
Keberadaan jalan yang
layak diharapkan dapat menunjang mobilitas masyarakat serta akses menuju
sejumlah kantor pemerintahan di kawasan tersebut.
Dalam proses
pengerjaan, Dinas PU Kukar juga menghadapi kendala teknis terkait utilitas yang
berada di sekitar lokasi.
Di antaranya
kebocoran pipa PDAM yang membutuhkan koordinasi untuk perbaikan serta jaringan
telekomunikasi yang perlu dipindahkan agar tidak menghambat pekerjaan.
Ia berharap pemilik
utilitas dapat merespons lebih cepat ketika terjadi persoalan di lapangan.
Dengan koordinasi
yang baik, proses pengerjaan diharapkan dapat berjalan lebih lancar.
“Harapannya, yang
punya utilitas yang berada di jalan, baik di permukaan maupun di bawah badan
jalan, bisa berkoordinasi cepat. Ketika kami membutuhkan penanganan, misalkan
ada kebocoran pipa, mereka cepat, kami tidak menunggu lama,” jelasnya.
Selain persoalan
utilitas, kondisi cuaca panas turut menjadi perhatian dalam proses perawatan
beton. Penyiraman dilakukan secara rutin untuk menjaga kualitas beton selama
masa pengerasan.
Masyarakat juga
diharapkan tidak melewati bagian jalan yang baru dicor sebelum waktunya.
Ia menyebut beton
memerlukan waktu untuk mencapai kekuatan yang memadai sebelum dapat dilalui
kendaraan.
Karena itu,
pembatasan akses selama proses pengerasan perlu dipatuhi agar kualitas
pekerjaan tetap terjaga.
“Paling tidak umur
beton itu 14 hari lah, 21 hari biasanya kalau kita buka,” ungkapnya.
Ia menyebut,
pelaksanaan proyek sebelumnya juga terkendala keterlambatan penerbitan Dokumen
Pelaksanaan Anggaran (DPA).
Pekerjaan baru dapat
dilaksanakan setelah dokumen tersebut diterbitkan sehingga waktu pelaksanaan
menjadi lebih terbatas.
Meski menghadapi sejumlah kendala, Dinas PU Kukar tetap mengupayakan agar pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target.
"Kami berharap
tahapan yang tersisa berjalan lancar sehingga jalan tersebut dapat segera
dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat," tutupnya. (Adv/Kriz)