Penanganan Stunting di Kukar Capai Keberhasilan
(Sekda Kukar
Sunggono.)
TENGGARONG- Sekda
Kukar H Sunggono, sekaligus Ketua Tim Konvergensi Percepatan dan Penanganan
Stunting(KPPS) Kukar mengakui, penangan stunting di Kukar alami keberhasilan.
Dirinya mengapresiasi kinerja timnya dalam penanganan stunting.
Sudah masuk triwulan
2, capaian keberhasilannya sudah tembus 80 persen. Dari 21 Desa yang sudah
menjadi lokus stunting tahun 2020.
“Dari 21 desa yang jadi lokus, kita dorong
percepatan penanganan meminimalisir angka stunting, yang berhasil mencapai 17
desa, dengan tingkat keberhasilan penanganan tembus 90 persen. Ini bisa
dikatakan cukup berhasil, " jabar Sunggono, belum lama ini.
Sunggono melanjutkan,
masih tersisa 4 desa lagi yang belum berhasil. Penanganan terhadap desa yang
belum berhasil, bisa dilakukan pembinaan dan pembimbingan oleh tim kabupaten.
Karena bagian dari tugas dan kewajiban tim kabupaten untuk lakukan
pembinaan.
“Saat rakor Tim KPPS,
permasalahannya banyak kesalahan dari sisi pendataan yang dilakukan desa. Dan
pemerintah kecamatan berkomitmen untuk membantu penyelesaiannya dari sisi
pendataan, " jelas mantan Camat Muara Badak ini.
Sunggono dengan
kewenangannya, memberikan batas waktu pada desa dan kecamatan, untuk
memperbaiki data, dan harus sudah selesai per tanggal 29 Juni 2020 nanti.
Selain persoalan pendataan, kendala lainnya ada pada moment yang tidak tepat,
saat pandemi Covid-19 berlangsung sejak Maret lalu. Berbagai kegiatan tim harus
ditunda untuk dilaksanakan.
"Covid-19 jadi
kendala juga menjalankan program pembinaan pembimbingan dan sosialisasi, karena
tidak diperbolehkan mengumpulkan banyak orang. Diperparah lagi kegiatan di 11
OPD yang bersentuhan dengan masyarakat secara langsung terpaksa tertunda demi
dahulukan penanganan Covid-19, " Jelasnya.
Masih menurut Sekda,
sedangkan upaya keberhasilan yang sudah dilakukan dan diakui oleh pemerintah
pusat, Kukar punya program Raga Pantas yang ada di desa yang menjadi lokus
stunting. Syukurnya desa yang bukan menjadi lokus stunting, juga sudah
menganggarkan penanganan stunting di Alokasi Dana Desa(ADD).
"Raga Pantas
untuk bukan hanya menyasar penderita stunting saja, tapi ada upaya sasar di
keluarganya. Dan bukan hanya penangan tapi pencegahan juga.Hasil diharapkan
jangan ada lagi penderita stunting baru, " ucapnya.
Sunggono optimis
penanganannya kedepan kedepan akan semakin bagus, karena juga melibatkan pihak
swasta, dan kami dapat kabar, sudah ada perusahaan yang komitmen dalam
penanganan stuntinga yang ada di Kukar.
Untuk tahun depan,
Sunggono memperkirakan ada 25 desa yang menjadi lokus stunting penangan dan
pencegahan. Dengan tolak ukur masih ada orang tua yang tidak aktif mendatangi
posyandu demi mengontrol perkembangan tumbuh dan bayi.
"Jika tingkat
kunjungan posyandu rendah, tidak sampai 50 persen. Maka perlu ada penangan
khusus pencegahan stunting, " pungkasnya.(and/adv)