Pasar Tradisional di Tenggarong “Digusur”, Pasar Modern Dibiarkan

img

TENGGARONG, Langkah Pemerintah Kutai Kartanegara “mengusur” para pedagang yang berjualan dipasar Tangga Arung, untuk dipindahkan ke Pasar Mangkurawang, sebagai tindakan tak adil yang dirasakan masyarakat, terutama pada pedagang.

Pasalnya, relokasi pedagang tetap nekad dilakukan akhir Februari 2017 lalu, sementara petak pedagang yang disiapkan dipasar Mangkurawang ternyata belum siap. Akibatnya banyak pedagang pedagang tumpah yang menghiasi kota Tenggarong.

Ahmad Yani Anggota Komis III DPRD Kukar, menilai langkah Pemkab kurang bijak menyikapi persoalan tersebut.”
“Bagaimana tidak, pasar digusur, sementara petak pasarnya belum disiapkan, lalu pedagang banyak jualan dipinggir jalan tapi ditertibkan Satpol dengan alasan mengganggu ketertiban umum,” ungkap Ahmad Yani.

Padahal, disisi lain lanjut Ahmad Yani, pemerintah Kukar juga melanggar aturan yang sudah dibuat, terkait dengan keberadaan pusat perbelanjaan, pasa tradisional dan pasar modern.

“Pasar tradisional digusur, sementara pasar modern dibiarkan menjamur. Padahal sesuai Perda Kukar pasar yang disahkan pada 2013 lalu, jarak pasar modern dengan pasar tradisional atau pun pasar modern lainnya itu kurang lebih 1 km. tapi kenyataanya Perda itu sendiri dilanggar pemerintah, contohnya di Jalan Danau Semayang (Kampung Baru) Tenggarong, itu kan berapa toko modern yang buka, tapi pemerintah membiarkan. Kalau dibiarkan harusnya direvisi dulu Perdanya,” beber Ahmad Yani.

Ada pembiaran yang dilakukan pemerintah dan seolah olah melindungi “pemodal besar” ketimbang rakyat kecil sebagai pedagang. Sampai sejauh ini kata Ahmad Yani, pasa modern menjamur disejumlah kecamatan.”Tidak hanya di Tenggarong, di Loa Kulu dan Loa Janan juga semakin banyak pasar modern. Padahal menurut hemat kami, itu perlu dibatasi dan memprioritaskan pasar tradisional agar ekonomi masyarakat bisa bergerak dan meningkat,” katanya.

Ahmad Yani menyarankan ke pemerintah, agar bisa bersikap bijak dengan membolehkan sementara pedagang kecil berjualan dipinggir jalan terlebih dahulu, sambil menungguk petak pasar di Mangkurawang itu siap untuk ditempati.(awi-poskotakaltimnews.com)