Akses Pelabuhan Loktuan di Buka untuk Penumpang, Tunggu Keadaan Normal
(Amir Tosa, Ketua Komisi III DPRD Bontang)
BONTANG, Tuntutan warga Kota Bontang, untuk hilir mudik
dari luar pulau tampaknya belum diapresiasi pemkot. pasalnya, hingga saat ini
pandemi Covid-19 masih terus merangkak naik.
Komisi III DPRD
Bontang, meminta kepada Dinas terkait untuk membuka akses hilir mudik di
Pelabuhan Loktuan untuk melayani penyeberangan antar pulau
Ketua Komisi III,
Amir Tosina berharap agar akses pelabuhan di buka kembali seiring meningkatnya
tuntutan warga yang ingin hilir mudik antar pulau.
“Beberapa hari
lalu, dapat info beberapa kali ada kecelakaan warga Bontang yang berusaha
menyeberang dengan kendaraan pribadi untuk mudik." Ujar Amir.
Selasa,15/09.
Menurutnya, tuntutan
warga dengan sulitnya transportasi laut ini juga menjadi hal yang dilema.
Karena menurutnya, kondisi angka kasus positif Covid-19 terus merangkak
naik.
"Melihat
animo warga kita yang ingin pulang kampung, warga kita sudah mulai
rindu kampung halaman. Namun tentunya di bukanya akses pelabuhan itu juga harus
mematuhi protokol kesehatan. Nantinya pemeritah harus menyiapkan fasilitas
pendukungnya." Ujarnya
Menanggapi hal tersebut, Welly Kasi Angkutan Dinas Perhubungan mengungkap alasan penutupan sementara dilakukan karena lonjakan pasien COVID-19 dalam 2 bulan terakhir."Untuk akses antar pulau Kapal Pelni bagi penumpang masih belum dikatakan kondusif. Maka kami putuskan untuk menunggu sampai keadaan kondusif dulu." Ujar PLT Dishub, Welly.
Pihaknya telah
melakukan koordinasi bersama Dirjen Perhubungan Laut untuk melakukan penutupan
sementara akses pelabuhan untuk penumpang.
"Kami sudah
bersurat ke Pelni tembusan ke Dirjen Perhubungan Laut untuk pemberhentian
sementara. Jika nanti seiring waktu Covid-19 trennya menurun,kita akan dibuka."
Pada dasarnya, pihak
PT Pelni tinggal menunggu respon pemkot Bontang kapan akan membuka
akses pelabuhan untuk penumpang.
Sebelumnya
diakui Welly, Dirut PT Pelni Samarinda telah menghadap Wali Kota Bontang Neni
Moerniaeni untuk meminta izin pengoperasian di bulan September 2020. Namun,
kondisi tren Covid-19 meningkat dalam2 bulan terakhir. Akhirnya, kata
dia, WaliKota berpesan agar Dishub menyetop hingga waktu yang belum
ditentukan karena kondisi Kota Bontang yang belum kondusif.
"Jadi dalam
surat itu bahasanya 'sampai keadaan kondusif,” timpalnya.(wan/poskotakaltimnews.com)