Disdikbud Balikpapan Persiapkan Simulasi Belajar Tatap Muka

img

Muhaimin

 

BALIKPAPAN - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Balikpapan dalam waktu dekat berencana melakukan simulasi pembelajaran tatap muka di sekolah. Saat ini ada dua kelurahan yang masuk tahap awal  simulasi karena memiliki kasus Covid-19 terendah di Balikpapan, yakni Kelurahan Teritip dan Kelurahan Kariangau.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Balikpapan Muhaimin mengatakan, rencana ini bermula karena banyak masyarakat yang bertanya kapan pembelajaran sekolah di Balikpapan dapat dimulai. Namun, sesuai pedoman keputusan bersama empat menteri beberapa waktu lalu, kegiatan belajar tatap muka di sekolah selama pandemi dapat dilakukan jika suatu wilayah berada di zona hijau dan zona kuning.

"Akan tetapi hingga pekan ini, kota Balikpapan masih berada di zona oranye berdasarkan analisis Satgas Nasional. Karena itu, kami melakukan persiapan dengan melakukan simulasi belajar tatap muka di wilayah kelurahan yang memiliki kasus rendah atau sudah kuning," ujarnya.

Dari hasil koordinasi dengan Dinas Kesehatan, Kelurahan Kariangau dan Kelurahan Teritip  dilaporkan memiliki angka kasus Covid-19 terendah. Sehingga kedua kelurahan ini yang dipilih untuk melakukan simulasi pembelajaran tatap muka di sekolah.  Pada tahap awal ini, sekolah jenjang SMP yang akan melaksanakan simulasi. Mengingat para siswa SMP masuk usia lebih dewasa dan dapat berperan lebih aktif menjaga protokol kesehatan.

"Hingga pekan ini, kami di Dinas Pendidikan, masih melakukan pendataan agar syarat simulasi pembelajaran dapat terpenuhi. Yaitu 90 persen siswa, guru yang mengajar, dan pegawai di sekolah tersebut berasal dari kelurahan yang sama. Hal ini untuk mencegah potensi penularan Covid-19 sewaktu-waktu," ungkap Muhaimin.

Jika syarat terpenuhi, maka sekolah di kelurahan tersebut dapat melaksanakan simulasi dengan proses pembelajaran 50 persen tatap muka dan 50 persen daring. Kemudian setiap kelas nantinya diisi maksimal 50 persen dari kapasitas ruangan atau kelas. Selain itu penerapan protokol kesehatan bagi siswa, guru, dan pegawai di sekolah.

"Saat ini, kami masih membahas di internal, sekolah mana saja yang memenuhi syarat. Jika sudah selesai, kami akan melaporkan kepada Pak Wali Kota sebagai Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Balikpapan terlebih dahulu," lanjutnya.

Muhaimin menjelaskan, tujuan lain dari simulasi ini adalah untuk memotivasi kelurahan lainnya untuk dapat menekan kasus Covid-19 di wilayah masing-masing, sehingga berdampak dengan dibukanya kegiatan pembelajaran di sekolah yang ada di kelurahan tersebut.

"Jadi jika kelurahan lain ingin agar sekolah di wilayahnya kembali aktif, maka masyarakat ayo bersama-sama menerapkan protokol kesehatan, mencegah penularan Covid-19, agar anak-anak bisa kembali bersekolah," pungkasnya.(mid/poskotakaltimnews.com)