Cerdas Menggunakan Internet Bagi Siswa di Masa Pandemi
PANDEMI Covid-19 yang sedang melanda negeri tercinta ini memang berpengaruh ke segala bidang, tak terkecuali pendidikan. Pemerintah melalui Kementerian Agama mengeluarkan kebijakan sistem PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh), atau yang dikenal pembelajaran online (daring) bagi semua satuan pendidikannya, demi mencegah penularan Covid-19 semakin meluas.
Dengan adanya kebijakan ini, memaksa semua
komponen sekolah untuk beradaptasi, khususnya guru dan siswa yang melakukan
kegiatan pembelajaran secara online dengan memanfaatkan Internet.
Dalam kegiatan PJJ penggunaan IT sangat
berperan besar demi kelancaran proses pembelajaran. Menurut Maryono dan Istiana
(2007:34) penggunaan teknologi di zaman sekarang memang banyak sekali
manfaatnya. Siswa dapat mencari berbagai sumber pembelajaran yang diperlukan
dari berbagai macam tempat perpustakaan elektronik atau buku elektronik yang
sudah banyak disediakan oleh pemerintah dan instansi lainnya.
Siswa dan guru dapat mengakses Internet dengan menggunakan Komputer, Laptop bahkan
yang paling mudah dengan Hp Android. Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan
memanfaatkan berbagai macam aplikasi dan media sosial, diataranya Whats App, google class room, zoom meeting,
Facebook, dan lain-lain. Kementerian Agama sendiri menyediakan aplikasi e-learning madrasah untuk memudahkan kegiatan pembelajaran di
masa pandemi.
Siswa dituntut untuk lebih kreatif dan
mandiri dalam pembelajaran secara online. Dengan adanya internet tentu sangat
membantu dan memudahkan siswa dalam belajar.
Siswa bisa mengakses berbagai macam materi
pembelajaran untuk menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru. Siswa juga
bisa saling bekerja sama serta bertukar informasi lebih cepat dan akurat tanpa
harus bertatap muka. Dengan internet pula siswa bisa belajar berbagai macam hal,
bukan hanya pelajaran di sekolah, tetapi berbagai informasi di seluruh dunia
bisa di akses melalui internet. Benar yang dikatakan orang banyak bahwa dengan
membuka internet, dunia sudah berada dalam genggaman kita.
Begitupun dengan guru-guru atau tenaga
pendidik lainnya yang memanfaatkan internet dalam menggunakan berbagai macam
aplikasi atau platform lainnya. Contohnya bagi pelajaran matematika, penjelasan
materi bisa dilakukan dengan memanfaatkan aplikasi Youtube.
Selain itu pembelajaran melalui Whats App juga bisa dilakukan diluar jam
pelajaran, bahkan 24 jam dalam sehari. Semua cara dilakukan agar kegiatan
pembelajaran bisa berjalan dengan baik dan siswa bisa mendapatkan hak
belajarnya.
Selain dampak positif, pemanfaatan internet
dalam kehidupan sehari-hari pasti ada juga dampak negatif yang akan muncul
dalam penerapannya. Salah satunya bahaya informasi yang bisa diakses secara
bebas.
Di situasi sekarang ini, banyak informasi hoax yang beredar luas di media sosial,
banyak kejadian yang bisa dengan mudah menjadi viral di media sosial baik itu
hal positif maupun negatif, banyak tontonan yang tidak mendidik bisa diakses
dengan mudah, sehingga bisa menimbulkan dampak buruk bagi penggunanya. Maka
siswa harus cerdas dalam memilah-milih informasi yang diakses.
Berbagai macam aplikasi yang bermunculan
sekarang ini bisa mengalihkan perhatian dan konsentrasi siswa dalam belajar.
Salah satunya banyak aplikasi game online yang bisa di download secara gratis.
Hal ini dapat mengganggu dan menghambat siswa
dalam melaksanakan pembelajaran. Siswa bisa bermain game online hingga lupa waktu, mengganggu jadwal belajar, banyak
melalaikan tugas, hingga menurunnya prestasi belajar, mengakibatkan semakin
lama terbiasa mengabaikan kewajibannya untuk belajar.
Untuk itu perlu kerjasama yang baik antara
orang tua dan guru dalam mengawasi anak-anak. Peran orang tua dalam mengawasi
langsung anak-anaknya sangat penting saat kegiatan belajar dirumah.
Diantaranya, orang tua harus tegas membagi waktu untuk belajar, main dan
sebagainya, mengawasi anak-anaknya disaat jam pelajaran berlangsung, memeriksa
HP anak-anaknya secara berkala.
Guru-guru dan wali kelas memberikan perhatian
lebih dengan mengingatkan jadwal pelajaran setiap hari, mengadakan konsultasi
khusus mengenai kendala belajar siswa dirumah, membantu siswa dalam hal materi
pembelajaran, mengarahkan siswa untuk membuka media-media pembelajaran yang
lebih menyenangkan, mengingatkan dampak buruk penggunaan internet, serta arahan
tentang penggunaan internet positif, baik penggunan aplikasi maupun media
sosial.
Media yang baik harus ditunjang juga dengan
pengguna yang cerdas, begitu pula dengan layanan Internet dan aplikasi, akan
sangat membantu penggunanya jika digunakan secara baik dan bijak. Besar harapan
para guru bisa mencerdaskan siswa-siswinya dengan memanfaatkan hal tersebut.
Terus semangat para orang tua dan guru-guru yang sedang berjuang bersama dalam
mencerdaskan anak bangsa di tengah pandemi ini. Semangat.(*)