Polres Kukar Tetapkan Bapak dan Anak Sebagai Tersangka Pembunuhan di Muara Kaman, Kasus Cinta Segitiga

img

(Kapolres Kukar AKPB Irwan Masulin Ginting di dampingi Kasat Reskrim Polres Kukar AKP Herman Sopian)

TENGGARONG, Polres Kukar menetapkan dua orang tersangka pelaku pembunuhan HF (21) yang terjadi di perkebunan kelapa sawit di Kecamatan Muara Kaman-Kutai Kartanegara.

Penetapan tersangka tersebut diungkap Kapolres Kukar AKBP Irwan Masulin Ginting didampingi Kasat Reskrim AKP Herman Sofyan, Selasa (19/1/2021) sore di Mapolres Kukar.

Kedua tersangka AF (20) dan SB (30) .”Kedua tersangka masih ada hubungan keluarga yaitu statusnya Bapak dan Anak,”kata Kapolres Kukar AKBP Irwan Masulin Ginting.

Irwan Masulin Ginting mengatakan motif dari kejadian penganiayaan berat hingga berujung pembunuhan tersebut adalah di duga perebutan perempuan atau masalah asmara antara pelaku AF dengan korban HF yang merebutkan seorang perempuan AM.

"Kedua tersangka sempat bersembunyi ke hutan wilayah Kecamatan Muara Kaman, kemudian pelaku ke rumah adik kandungnya, dan pada saat itu mereka sudah bersedia menyerahkan diri ke pihak kepolisian" kata Irwan Masulin Ginting.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Kukar AKP Herman Sopian menambahkan kronologi awalnya yaitu cinta segitiga, pada 11 Januari 2021 bermula dari AF yang bertemu dengan AM di belakang mess PT. Teguh Jayaprima Abadi, kemudian pukul 21.00 AF mendapat pesan WA dari HF, dimana isi pesan tersebut HF meminta AF untuk pergi meninggalkan AM, apabila tidak meninggalkan AM, AF akan di keroyok HF beserta kawan kawan.

"AF langsung menghubungi bapaknya (SB) untuk meminta bantuan, dan akhirnya AF dan HF bertemu di Lestari PT. Teguh untuk menyelesaikan permasalahan, sempat terjadi cekcok mulut, kemudian AF melakukan penusukkan di bagian pinggang, dan SB melakukan pemukulan" ucap Herman.

Lanjut dia, pada pukul 23.30 wita anggota Polsek mendapatkan informasi dari masyarakat telah terjadi pengeroyokan di lokasi tersebut, anggota polsek langsung mendatangi TKP bersama masyarakat, dan memang ada 1 orang yabg tergeletak atas penganiayaan tersebut, kemudian korban langsung di bawa ke Rumah Sakit Dayaku Raja Kota Bangun, pada pukul 03.00 wita korban di nyatakan meninggal dunia.

Kedua tersangka di kenakan ancaman hukuman pasal 170 ayat (2) ke 3e KUHP, dengan subsider pasal 351 ayat (3) KUHP, dan pasal 2 ayat (1) UU Darurat No 12/1951, dengan pidana penjara selama lamanya 12 tahun penjara.(*riz/poskotakaltimnews.com)