Imam Mardioto Ciptakan Karya Batik Melayu Khas Kutai

img

(Designer/Owner Batik Melayu Kutai Imam Mardioto)

TENGGARONG, Desainer asal Jogjakarta Imam Mardioto menciptakan batik Melayu khas Kutai. Dengan tujuan mengembangkan kearifan lokal yang ada di Kukar, ia menjual kain, baju, sandal, tas yang bermotif batik Melayu Kutai, dimana butiknya berada di Jalan Loa Ipuh RT. 62 No. 14 Tenggrong.

Imam Mardioto mengatakan, mulai terjun ke dunia usaha serta mendesign baju yang berciri khas adat Kutai sejak 2010, namun pada 2014 baru di perkenalkan peragaan busana untuk umum dan sampai saat ini masih berusaha mengembangkan kearifan lokal melalui design batik Melayu Kutai.

"Awalnya hanya design batik Kalimantan Timur, kemudian ada motif paku raja, sirih raja, buah lai, pucuk tegaron, jajak cincin, keminting, temu kunci, buah jelaian, dan motif kembang janggut yang akan keluarkan di tahun ini, saya juga masih berusaha mengembangkan motif yang lainnya, paling tidak di setiap Kecamatan Kukar ada satu yang bisa di jadikan batik Melayu Kutai" kata Imam kepada poskotakaktimnews, di Butik, Sabtu (30/1/2021)

Ia mengatakan, pihaknya sudah sering mengikuti pameran atau event di luar kota yaitu peragaan busana, dimana setiap ada peragaan busana ia selalu menampilkan batik khas melayu Kutai, seperti fashion show di Yogyakarta, Balikpapan, dan tahun ini akan ke Palu dan Surabaya.

"Saya juga menjual berbagai macam kain dan langsung di designkan model bajunya nanti seperti apa, untuk harga kain primis Rp.  250 ribu, kain bemberd Rp. 300 ribu per 2 meter, untuk pewarnanya bisa menggunakan tulis, cap, dan colek, semua harga tergantung dari tingkat pengerjaan dan jenis kainnya" katanya.

Lanjut dia, untuk penjualan bisa melalui Instagram : batikmelayukutai, dan Whatsapp : 0821 5435 4605.

“Untuk omset saat ini rata rata mencapai 50 sampai 100 kain yang terjual dalam perbulannya, namun sebelum adanya pandemi bisa mencapai 300 kain perbulannya.”tandasnya.(*riz/poskotakaltimnews.com)