Ibu Kota di Tengah Hutan
(Gubernur Kaltim H Isran Noor)
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,
SAMARINDA-Gubernur
Isran Noor menyebut penelitian terkait rencana pemindahan ibu kota negara ke
Kaltim dilakukan secara mendalam sejak tahun 2015 silam. Kaltim menjadi pilihan
Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan banyak pertimbangan.
Selain
secara geografi berada tepat di tengah
Indonesia, Kalimantan adalah pulau yang berada di luar cincin api (ring of
fire/daerah yang sering mengalami gempa dan gunung meletus).
“Keunggulan
Kaltim lainnya karena lahan yang akan digunakan adalah lahan milik pemerintah.
Jadi bukan lahan masyarakat,” kata Gubernur Kaltim H Isran Noor menjawab
wawancara khusus TVRI Kaltim di ruang kerjanya, Senin (10/5/2021).
Presiden
Jokowi rencananya akan mengawali pembangunan fisik ibu kota negara baru sekitar bulan ini. Ibu kota negara yang akan
dibangun jelas Isran berkonsep ramah lingkungan.
“Ibu
kota negara kita akan berada di tengah
hutan. Di antara gedung-gedung perkantoran akan ada banyak pepohonan dan
infrastuktur telekomunikasinya akan dibangun menggunakan jaringan bawah tanah,”
ungkap Isran.
Isran
mengungkapkan setelah semua persyaratan ibu kota terpenuhi, Presiden Jokowi
akan segera melakukan groundbreaking pembangunan ibu kota negara baru.
“Secepatnya Presiden akan lakukan groundbreaking setelah semua persyaratan
terpenuhi,” sebut Isran.
Diungkapkan
pula, rencananya sekitar Juli 2024, Presiden Jokowi sudah akan mulai berkantor
di istana yang baru. “Harapan dari Presiden Jokowi, upacara peringatan Hari
Kemerdekan RI, 17 Agustus 2024 sudah bisa dilakukan di ibu kota negara yang
baru,” ungkap Isran lagi.
Terkait
langkah dan dukungan apa yang akan diberikan daerah, Gubernur Isran Noor
menjawab, bahwa sebagai sub ordinat pemerintah pusat, Pemprov Kaltim sudah dan
akan terus menunaikan hal-hal yang menjadi kewenangan dan kewajiban daerah.
Termasuk terus
melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait rencana pemindahan ibu kota
negara di daerah yang akan menjadi kabupaten dan kota penyangga, yakni Penajam
Paser Utara, Kutai Kartanegara dan dua kota besar di Kaltim, Samarinda dan
Balikpapan. (mar)