Dewan Minta Usut Tuntas Kasus Penganiayaan Camat Tenggarong
Penganiayaan
Camat Tenggarong Arfan Boma terjadi pada Minggu 9 Mei 2021
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,
TENGGARONG- Kasus
penganiayan Camat Tenggarong Arfan Boma Pratama usai mengusir seorang oknum terduka pelaku
penambang liar di Kelurahan Mangkurawang Tenggarong, Minggu (9/5/2021) siang
lalu, menyulut reaksi elemen masyarakat Kukar, tak terkecuali wakil rakyat di
DPRD Kutai Kartanegara.
Saparuddin
Pabonglen Anggota DPRD Kukar sangat menyesalkan dan mengutuk keras terjadinya
penganiayaan terhadap Camat Tenggarong.
“Secara
pribadi dan sebagai wakil rakyat saya sangat menyesalkan dan mengutuk keras
terjadinya penganiayaan terhadap Camat Tenggarong (Arfan Boma) oleh oknum
pelaku tambang ilegal/koridoran,” kata Saparuddin Pabonglean poiltikus Partai
Keadilan Sejahtera (PKS) Kukar ini.
Dirinya
berharap agar pihak berwenang mengusut tuntas permasalahan tersebut sampai ke
akar permasalahannya, dan menghukum pelaku sesuai ketentuan dan perundang
undangan yang berlaku, tanpa pandang bulu siapapun pelakunya.
“Saya
juga berharap agar kasus ini dijadikan sebagai pintu masuk untuk menyelesaikan
permasalahan tambang liar yang sudah meresahkan masyarakat dan merusak
lingkungan, termasuk infrastruktur jalan dan lainnya,” beber Anggota Komisi IV
DPRD Kukar.
Secara
politik, kata Saparudin dirinya sudah memohon kepada Komisi I DPRD yang
membidangi masalah lingkungan dan komisi III yang membidangi terkait
pembangunan uuntuk menindaklanjuti kasus tersebut, dengan memanggil pihak-pihak
yang terkait untuk mencegah hal-hal yang tidak kita inginkan.
Seperti
diketahui pada Minggu (9/5/2021) siang lalu, sekitar pukul 14.00 Wita di Jalan
Datar Wanyi RT 17 Desa bendang Raya kelurahan Mangkurawang kecamatan Tenggarong
kabupaten Kukar.telah terjadi pemukulan Bapak Arpan Boma (Camat Tenggarong) olehh
oknum terduga pelaku tambang ilegal.
Pemukulan
terjadi usai Camat Tenggarong meminta menghentikan aktivitas penambangan yang
diduga illegal tersebut.(awi/adv)