Kaltim Segera Atasi Blankspot
H Isran
Noor
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kaltim terus berupaya melakukan pembangunan di bidang telekomunikasi di wilayah Kaltim, terutama di daerah-daerah yang masih belum terjangkau akses telekomunikasi atau daerah blankspot.
Gubernur Kaltim, H Isran Noor
bertekad menuntaskan permasalahan konektivitas tersebut, dengan
menugaskan Asisten II Bidang Perekonomian dan
Administarsi Pembangunan
Setdaprov Kaltim Abu Helmi untuk
memprogramkan dan mengajukan usulan untuk pembangunan menara telekomunikasi/BTS
(Base Transceiver Station) Kemenkominfo
RI.
“Masih ada beberapa daerah yang blankspot seperti di daerah
Kabupaten Kutai Barat, Mahulu kemudian Kutai Timur, Paser serta desa-desa
lainnya di Kaltim. Oleh karena itu tolong buatkan surat usulan untuk pembangunan
BTS (Base Transceiver Station) ke
Kemenkominfo RI, nanti surat ususlan tersebut nanti saya bawa sendiri ke Menteri Komunikasi dan Informatika
(Menkominfo) RI Johnny Gerard Plate,” kata Isran Noor pada acara presentasi
profil Bidang Cipta Karya Kementerian PUPR Direktorat Jenderal Cipta
Karya, Balai Prasarana Permukiman
Wilayah Kaltim, yang digelar di Ruang Rapat Tepian 1 Kantor Gubernur Kaltim,
yang digelar di Ruang Rapat Tepian 1 Kantor Gubernur Kaltim, Senin (10/05/2021)
lalu.
Ditambahkan, Pemprov Kaltim diakui sangat konsen menuntaskan
pembangunan bidang komunikasi dan informatika (kominfo) di seluruh wilayah
Kaltim. Ini dalam rangka memberikan layanan informasi yang terbaik kepada
masyarakat.
“Salah satu buktinya dan atas permintaan masyarakat kita telah
membangunnya menara telekomunikasi (tower) khususnya di wilayah perbatasan,
pedalaman, dan pesisir, serta pulau terluar sejak tahun anggaran tahun- tahun sebelumnya, walaupun demikian masih ada beberapa daerah yang blankspot, dan
belum terjangkau akses telekomunikasi, oleh karena itu secara bertahap akan
segera kita selesaikan, sehingga semua daerah di Kaltim tidak ada lagi yang
blankspot,”paparnya.
Kepala Dinas Komunikasi
dan Informatika (Kominfo) Provinsi Kaltim Muhammad Faisal menjelaskan saat
ini pihaknya baru melakukan
rekapitulasi terhadap daerah yang masih
blankspot dengan totol keseluruhan sekitar 27,18 persen, yang tersebar di 10
kabupaten/kota.
“Jadi kita minta data kepada masing-masing daerah kemudian
dirangkum menjadi satu sehingga total keselurahannya sekitar 27,18 persen yang
masih blankspot.
Untuk blankspot lanjut Faisal itu ada tiga yang harus dikenal
masyarakat, yaitu karena jaringan kabel
(indihome,faiber optic), kemudian seluler (triG) dan melalui jaringan stelit, dimana
ini memungkinkan untuk dilakukan di Provinsi Kaltim, untuk mengatasi
permasalahan blankspot.(mar)