Direktur Narkotika Kejagung Kunjungi Lapas Kelas II A Tenggarong

img

Kunjungan Direktur Narkotika Kejagung ke Lapas Kelas IIA Tenggarong.

POSKOTAKALTIMNEWS.COM, TENGGARONG- Direktur Narkotika dan Zat Adiktif Kejaksaan Agung Darmawel Aswar melakukan kunjungan kerja ke Lapas Kelas II A Tenggarong, Jum'at (18/6/2021)

Rombongan diterima Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas Ade Hari Setiawan yang mewakili Kepala Lapas Tenggarong.

Dalam kunjungan itu Direktur Narkotika dan Zat Adiktif Darmawel Aswar yang didampingi Kepala Divisi Pelayanan Hukum Kemenkumham Kaltim Dra. Sri Lastam, beserta pejabat struturalnya berkesempatan meninjau langsung kamar hunian dan melakukan percakapam dengan beberapa warga binaan.

Darmawel Aswar menyampaikan pentingnya program bapak angkat dalam rangka mendukung pembinaan kemandirian yang dilaksanakan di dalam lapas sehingga dapat memberikan bekal bagi warga binaan jika bebas kelak.

"Saya berharap pihak lapas dapat menggandeng pihak ketiga dalam mendukung pembinaan kemandirian yang dilaksanakan di dalam lapas ini sehingga dengan adanya dukungan ini atau bapak angkat diharapkan dapat meningkatkan pendapatan lapas dan bisa jadi bekal bagi warga binaan jika bebas kelak" kata Darmawel Aswar.

Selain itu ia menyampaikan, tentang program rehabilitasi bagi pelaku tindak pidana narkotika di dalam lapas yang salah satu tujuannya guna mencegah terulang kembali pelanggaran hukum.

Sementara itu Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas Tenggarong Ade Hari Setiawan mengatakan, saat ini Lapas Tenggarong dihuni sebanyak 1351 orang dari kapasitas sebanyak 350 orang dan sekitarnya 80% penghuninya adalah tindak pidana narkotika.

"Menanggapi hal rehabilitasi, bahwa di Lapas Tenggarong tidak ada program rehabilitasi bagi warga binaan tindak pidana narkotika dan untuk mensiasati, lapas tenggarong mengintensifkan pelaksanaan program pembinaan baik itu kepribadian, kerohanian maupun kemandirian bahkan di lapas telah didirikan pesantren lapas" ucap Ade Hari Setiawan

Pihaknya juga mengucapkan terimakasih atas kunjungan hari ini serta saran dan masukannya guna peningkatan pelaksanaan program pembinaan bagi warga binaan di Lapas Tenggarong.(*riz)