Inventarisir Jalan, Gubernur Serahkan Pengelolaan ke Pusat
(H Isran Noor Gubernur Kaltim)
BERBALAS pantun, gara-gara bicara jalan
rusak, akibatnya dua ban mobil bocor. Peristiwa ini terjadi dan dialami
Gubernur Kaltim Dr H Isran Noor usai menutup penyelenggaraan MTQ ke 42 di Kota
Bontang awal Juni lalu.
"Padahal ban itu baru. Bocor dua,
gara-gara jalan rusak. Ini luar biasa dan biasa," kata Gubernur Isran Noor
saat kunjungan kerja di Kota Bontang, di Pangkalan Pendaratan Ikan Tanjung
Limau, Kamis (24/6/2021).
Akibat jalan bergelombang dan rusak,
tambahnya, waktu tempuh menjadi semakin lama dengan situasi tidak mengenakkan,
bahkan rentan dan rawan menimbulkan kecelakaan.
"Biasanya kita ke Bontang satu jam
setengah atau dua jam, tapi hari ini hampir 3 jam, alhamdulillah masih bisa
sampai," ujar mantan Bupati Kutai Timur ini.
Karenanya, orang nomor satu Benua Etam inì
mulai saat ini melalui instansi terkait di Pemprov Kaltim segera melakukan
inventarisir jalan-jalan rusak di kabupaten dan kota.
Jalan-jalan yang inventarisir, ujarnya, tidak
lain jalan berstatus provinsi, terlebih jalan non status.
"Dalam waktu dekat, sebagian jalan akan
kita lakukan inventaris. Jalan-jalan yang status provinsi, apalagi non status
maupun jalan kabupaten yang pantas diserahkan ke pusat, segera kita serahkan ke
pusat," jelasnya.
Sehingga, nantinya tambah suami Ketua TP PKK
Kaltim ini, kondisi jalan tidak memberatkan pemerintah daerah. Sebaliknya,
pemerintah daerah tidak direpotkan dengan kegiatan peningkatan dan perbaikan
jalan-jalan tersebut.
"Semoga, kedepannya, pemerintah pusat
bisa bertanggungjawab dalam perbaikan dan peningkatan kualitas jalan di daerah,
seiring peralihan kewenangan ke pusat," harap Isran Noor.(mar)