Berau Masih Perlu Dukungan Prasarana Produksi Pertanian, Lega Ketika Bupati Bertemu Wamentan Menyampaikan Dukungannya
Bupati Berau, Sri Juniarsih
bertemu Wakil Menteri Pertanian, Harvick Hasnul Qolbi di Jakarta .
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,TANJUNG REDEB- Kendatipun Kabupaten Berau memiliki potensi pertanian sangat besar namun dalam pengembangannya Bumi Batiwakkal masih membutuhkan dukungan infrastruktur baik irigasi maupun jalan usaha tani termasuk sarana prasarana produksi pertanian.
Harapan dukungan itu sudah
disampaikan Bupati Berau Sri Juniarsih saat bertemu langsung Wakil Menteri
Pertanian RI, Harvick Hasnul Qolbi, di Jakarta pada bulan Juni lalu.
“Harapan mendapat suport dan
dukungan melalui program di Kementerian Pertanian sudah kami sampaikan, dan
dalam kesempatakan itu Wamentan , Harvick Hasnul Qolbi menyambut baik dan
mengapresiasi apa yang telah dilakukan Berau dalam mendorong pengembangan
pertanian. Usulan program akan menjadi perhatian serius Kementan yang tentunya
ditindaklanjuti dengan penyampaian secara lengkap dan akan ditindaklanjuti
dengan tim kecil Kementerian Pertanian bersama Pemkab Berau terkait
pengembangan program yang telah ditetapkan,’papar Sri Juniarsih baru-baru ini
Bahkan tambah Sri Juniarsih, keseriusan Pemkab Berau ini
diharapkan Wamentan dapat terus memacu kemajuan pertanian. Terutamanya dalam
program yang menciptakan minat pertanian bagi kaum milenail. Pasalnya
keterlibatan generais milenail pada pertanian penting untuk keberlanjutan
program pengembangan.
Saat ini diakui sektor
pertanian mayoritas dikerjakan para orangtua bahkan yang lanjut usia. Sehingga
dengan berbagai program termasuk pola kemitraan diharapkan menjadi minat bagi
kaum milenial terjun didunia pertanian.
“Kita mengusulkan untuk terus
mendapat dukungan pemerintah pusat, khususnya kementerian pertanian, agar
sektor pertanian ini dapat terus dikembangkan karena sektor ini menjadi bagian
dari visi misi pembangunan Kabupaten Berau,” katanya.
Untuk diketahaui Kabupaten Berau memiliki potensi besar,
diantaranya padi dan jagung. Bahkan produksi jagung Berau telah menjadi penopang
utama produksi jagung di Kalimantan Timur. Tentunya potensi ini harus terus
ditingkatkan mengingat Kalimantan Timur tengah bersiap menjadi Ibu Kota Negara
(IKN) baru.
Ada empat komoditi
unggulan, padi, jagung, bawang merah dan cabe. Perlu perhatian khusus didorong
pengembangannya yakni dua komoditi utama seperti padi dan jagung dapat terus
dikembangkan.Pengembangan pertanian memang masih membutuhkan dukungan
infrastruktur baik irigasi maupun jalan usaha tani. Beberapa kawasan sentra
padi, mulai Tabalar, Biatan, Sambaliung dan Gunung Tabur masih membutuhkan
dukungan peningkatan sarana prasarana produksi pertanian.
Berau yang menjadi sentra pengembangan jagung di Kaltim telah
mendapat dukungan serius dari pemerintah pusat maupun provinsi Kaltim. Namun untuk
terus mempertahankan dan meningkatkan capaian produksi jagung, bupati perempuan
pertama di Bumi Batiwakkal ini berharap adanya dukungan program hilirasasi.
Sehingga tidak hanya berhenti
pada panen dan pemasaran dalam bentuk biji jagung, akan tetapi sudah bisa
menghasilkan produk turunan, seperti pakan ternak maupun produksi lain berbahan
baku jagung. Sehingga petani memiliki kepastian pasar yang mudah diakses.
Melalui program kemitraan petani dengan pabrik pengolah diharapkan akan
memberikan kemudahan kepada petani. (sep/adv)