Award Dekranasda Kaltim 2021, Target Tiga Besar dan Berharap jadi Ajang Promosi Hasil Kerajinan Berau
Ketua Deskranasda Dan Kadis Koperindag Melaklukan Peninjauan Bahan – bahan yang Akan Dikirim.
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,TANJUNG
REDEB-
Hasil tenun dan batik produksi
pengrajin di Bumi Batiwakkal mengalami kemajuan sangat pesat.
Keberadaan momen Award Deskrnasda Kaltim yang
digelar dalam waktu dekat, diharapkan Ketua Deskranasda Berau Sri Asliandi
Gamalis, sekiranya dapat membawa semua pengrajin Go Publish.
“Selain target masuk 3 besar , harapan
kami mudah mudahan bisa menjadi ajang promosi hasil kerajinan Berau di Kaltim.
Momen itu juga kita jadikan sebagai lokasi pemasaran, meskipun ditengah pandemi
sebagaimana sekarang ini sudah bisa membeli produk produk pengrajin kita via
online karna telah tersedia,”demikian diungkapkan Ketua Deskranasda Berau Sri
Asliandi Gamalis saat meninjau secara langsung karya karya dari pengrajin
yang bakal diikutkan di Dekranasda Kaltim Award bulan Agustus ini.
Setidaknya sudah ada sekitar 15 item
produk yang masuk ke sekretariat Dekranasda Bumi Batiwakkal, di Jl Murjani.
Dari beberapa karya yang ada disepakati akan di permak kembali beberapa produk
agar lebih menarik oleh pihak Dekranasda.
Karena
lanjutnya sempat ada, penundaan jadwal penilaian Dekranasda Kaltim
Award membuat Berau masih punya waktu luang untuk lebih memaksimalkan
karya karya akan akan diikutkan lomba di even tersebut.
“Salah satu masih kami tunggu adalah karya
pengrajin kulit kelapa dari Kecamatan Biduk Biduk. Kemudian untuk beberapa
karya sudah ada di Dekranasda, akan di filter kembali mana yang siap kirim, dan
mana yang harus dipermak dahulu supaya lebih indah, unik dan elegan,”tukasnya.
Masih menurut Sri Aslinda, dari 15 item
produk telah siap untuk dikirim yang banyak diikutkan lomba dari 3 kategori
lomba yakni produk dari serat alam, kayu juga motif batik yaitu batik. Kesemua
telah terkumpul rata rata memang memiliki ciri khas masing masing namun
disesuaikan dengan modernisasi saat ini.
"Bayangkan saja batik tulis yang mana
gambarnya seperti 3 dimensi. Lalu warna batik ciri khas pengrajin kita tidak
dominan warna gelap," tutur Sri Aslinda yang juga merupakan Ketua TP PKK
Berau tersebut.
Potensi
pepohonan bisa dibuat menjadi karya termasuk pohon kelapa, tambahnya, lagi bisa
menjadi barang kreasi khusus di Berau pohon kelapa dimana selain batok, pelepah
ternyata kulit batang kelapa tersebut mampu diolah sehingga menjadi karya luar
biasa. Beberapa telah masuk karya dari kulit pohon kelapa buah tangan pengrajin
asal Kecamatan Biduk Biduk di Dekranasda yakni berupa tas, dompet dan peralatan
lainnya.
"Barang kita baru akan kirim
produk produk dari pengrajin kita rencana tanggal 15 Agustus mendatang. Dan
masih kita tunggu juga batok kelopa dipermak sehingga bisa jadi perlengkapan
makan seperti sendok, garpu dan sumpit. Dan karya karya ini sudah pernah
diexport ke luar negeri," katanya lagi. (sep/adv)