Masyarakat Serentak Berhenti Sejenak Aktivitas, Peringati Detik - Detik Proklamasi
(Aktivitas berhenti sejenak saat detik detik proklamasi)
POSKOTAKALTIMNEWS.COM.TANJUNG
REDEB-
Hanya ada suara sirine serta klakson dari tiap kendaraan yang berhenti di
persimpangan pertemuan dari Jalan Jendral Sudirman, Jalan Pemuda, Jalan SA Aminuddin
serta Jalam Antasari, pada Selasa (17/8) siang, tepatnya pukul 11.17 wite
hingga 11.20 wite Selasa (17/8/2021).
Hal itu bukan terjadi tanpa sebab, diketahui
kegiatan menghentikan aktivitas tersebut karena bersamaan dengan detik - detik
Proklamasi yang tengah di kumandangkan di Istana Merdeka, Jakarta.
Suara
sirine dari mobil pemadam BPBD yang di dengungkan bersautan dengan klakson
pengendara seraya mereka turun dari kendaraan dan melakukan sikap penghormatan
sebagai bentuk partisipasi memperingati Hari Kemerdekaan.
Gilang beserta istrinya, seorang pengendara
yang hendak berjalan menuju kediamannya merasa bingung dengan kondisi jalan
yang padat serta tidak bergerak.
"Sempat
bingung, kenapa tiba - tiba macet padahal lampu traffic hijau," ujarnya
saat ditemui seusai pemberhetian aktivitas tersebut di tepi Jalan Pemuda,
Gayam. Dirinya mengaku, sesaat menunggu ia bersama istrinya diminta turun serta
berdiri sempurna diluar mobil yang ia bawa.
"Tidak
lama ada polisi datang minta saya dan istri untuk keluar sejenak, setelah
dijelaskan kami turun dan mengikuti rangkaian sampai selesai," ujarnya.
Hal ini tidak hanya di lakukan oleh
masyarakat yang sedang bepergian saja, diketahui kegiatan ini serentak
dilakukan di beberapa titik Kabupaten Berau diantaranya, Simpang Empat Jendral
Sudirman, Pasar Sanggam Adji Dilayas, Simpang Empat Kantor Bupati.
Selain
di titik - titik tersebut, Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rutan Klas II B
Tanjung Redeb juga ikut serta dalam kegiatan menghentikan ativitas selama 3
menit, walau di laksanakan di dalam Rutan.
"Mendukung semarak peringatan HUT RI
para warga binaan disini ikut serta dalam menghentikan aktifitas selama 3
menit," jelas Puang Dirham saat di konfirmasi melalui sambungan telepon
pada Selasa (17/8).
Ia
menambahkan, pada dasarnya warga binaan adalah masyarakat yang dapat berperan
aktif dalam memperingati dan merayakan HUT Kemerdekaan.Diakhir, ia mengatakan
dengan di ikut sertakan warga binaannya dalam menghentikan aktivitas sejenak
tersebut dapat menanamkan jiwa nasinalis dalam hati para warga binaan.
"Gerakan
nasionalisme ini tertanam dalam hati mereka, menjadi bekal ketika mereka
kembali di tengah - tengah masyarakat dan menjadi kebiasaan serta kembali
menjadi masyarakat yang taat akan hukum yang berlaku," pungkasnya. (sep/adv)