592 Warga Kukar Terima Bantuan PHK

img

TENGGARONG, Dinas Sosial (Dinsos) Kutai Kartanegara (Kukar) memberikan bantuan kepada warga miskin, ibu hamil, anak balita, lanjut usia atau usia di atas 70 tahun lewat Progaram Keluarga Harapan (PHK), Jumat (7/7/2017) lalu.

 

Penyerahan berlangsung di Pendopo Odah Etam Tenggarong, dilakukan oleh Bupati Kukar Rita Widyasari untuk 592 warga tenggaron dalam bentuk non tunai sebesar Rp500 ribu/orang .

“Setiap keluarga harapan mendapatkan bantuan sebesar Rp 1,89 juta yang dicairkan 4 kali dalam setahun, yakni tiap per triwulan. Hari ini 592 warga Tenggarong menerima bantuan non tunai dalam bentuk kartu ATM” kata Rita.

 

Tahun sebelumnya, keluarga harapan mengambil bantuan PKH lewat Kantor Pos. Mulai tahun ini, mereka cukup mengambilnya lewat ATM BRI. Rita mengemukakan, bantuan PKH ini diberikan khusus buat perempuan. Pasalnya, para perempuan ini dipercaya dapat mengelola dana yang bisa digunakan untuk biaya pendidikan anak-anak mereka.

 

Supriyanto Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitasi Sosial Dinsos Kukar, mengatakan, keluarga yang disasar ini telah memenuhi kriteria, yaitu warga miskin, ibu hamil, anak balita, lanjut usia atau usia di atas 70 tahun, penyandang disabilitas. Ia menerangkan, program ini sudah bergulir sejak 2013 silam.

 

“Tahap pertama, tiap keluarga mendapatkan uang Rp 500 ribu per triwulan, sedangkan triwulan terakhir mendapatkan Rp 390 ribu Tahap kedua bakal dicairkan sekita 1-2 bulan ke depan. Kartu ATM ini tak hanya untuk PKH, tapi ke depan juga bisa digunakan buat subsidi elpiji, jaminan kesehatan, listrik dan Program Indonesia Pintar” paparnya.

 

Zubaedah, warga Kelurahan Mangkurawang, mengaku sudah mendapatkan bantuan dari PKH sejak 2013. Dia memiliki 3 orang anak usia sekolah. Masing-masing anaknya mendapatkan bantuan Rp 500 ribu/tahun. Bantuan ini sangat meringankan keluarganya.

“Suami saya bekerja sebagai petani. Bantuan ini hanya saya gunakan untuk biaya pendidikan anak kami. Untuk kebutuhan sehari-hari, saya mengandalkan dari pendapatan suami yang bekerja sebagai petani” ucapnya. aji/poskotakaltimnews.com