Soraya: Percepatan Implementasi PUG Perlu Segera Dilakukan
JAKARTA- Kementerian Pemberdayaan Perempuan
dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) terus berupaya melakukan upaya percepatan
pelaksanaan Pengarusutamaan Gender (PUG) di seluruh Indonesia. Hal ini
dilakukan sebagai strategi guna memastikan semua kelompok masyarakat
(laki-laki, perempuan, anak, penyandang disabilitas, lansia, dan kelompok
rentan lainnya) dapat terlibat dalam proses dan merasakan hasil pembangunan.
kata
Kepala Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
(DKP3A) Kaltim Noryani Sorayalita menegaskan,
berdasarkan hasil evaluasi
Pengarusutamaan Gender (PUG) oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan
Perlindungan Anak (Kemen PPPA) tahun
2021, masih terdapat lima kabupaten/kota
di Kaltim yang belum memenuhi 7
prasyarat implementasi PUG.
Sementara lima kabupaten/kota yang telah
meraih Anugerah Parahita Ekapraya yaitu Kota Balikpapan, Kota Samarinda,
Kabupaten Paser, Kabupaten PPU dan Kabupaten Kutai Kartanegara.
“Kukar merupakan kabupaten yang meraih APE
tingkat Utama mempunyai tantangan tersendiri untuk mempetahankan sekaligus
meningkatkan pemenuhan prasyarat. Kemudian adanya informasi dari Deputi Kesataraan Gender Kementerian
PPPA, bahwa evaluasi tahun ini akan
dilaksanakan berdasarkan capaian IPG dan IDG sehingga menambah tantangan
tersendiri,” kata Noryani Sorayalita,
pada kegiatan Koordinasi Dan Sinkronisasi Pelaksanaan PUG Kewenangan Provinsi,
berlangsung di Blue Sky Pandurata Jakarta, Selasa (30/5/2022).
Soraya menyebutkan, komitmen implementasi PUG
di Kaltim telah dituangkan dalam berbagai dokumen perencanaan penganggaran
meliputi RPJMD, RENSTRA dan RENJA.
“Peraturan Daerah nomor 2 tahun 2016 tentang
Pengarusutamaan Gender dalam Pembangunan Daerah
dijadikan pedoman oleh
seluruh OPD untuk mencapai
indikator pembangunan dalam hal ini Indeks Pemberdayaan Gender,”
tandasnya.
Namun, masih terjadi kesenjangan gender
sehingga perlu dilakukan percepatan sesegera mungkin dengan mengoptimalkan
implementasi PUG melalui peran, tugas dan kewenangan kelembagaan PUG meliput
POKJA PUG, Tim Driver, Tim teknis dan focal point kabupaten kota dan provinsi
Soraya berharap, kegiatan ini dapat
meningkatkan sumber daya manusia yang memiliki
sensitifitas terkait isu gender dalam
kehidupan. Hal ini sebagai energi positif bagi ASN dalam menjalankan tugas dan
kewenangannya terutama terkait integrasi
gender dalam pembangunan.
Hadir menjadi narasumber pada kegiatan ini,
Tim Gubernur Untuk Percepatan Pelaksanaan Pembangunan (TGUP3) Kaltim Abdullah
Karim dan Kepala Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian
Penduduk (DPPAPP) DKI Jakarta Tuty Kusumawati. (mar)