DLHK Pastikan Serapan Anggaran Tahun Ini Maksimal
Kepala DLHK Berau, Mustakim Suharjana
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,TANJUNG REDEB - Tahun lalu (2021) Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau menjadi salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan serapan anggaran cukup rendah, yakni sebesar 48 persen.
Kepala DLHK Berau, Mustakim Suharjana
berupaya meningkatkan serapan anggaran pada tahun ini (2022), dirinya memastikan
dapat memaksimalkan 80 persen anggaran yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Dana Reboisasi (DBH DR) untuk
kegiatan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan Detail Engineering Design (DED) beberapa
program lain. Sementara untuk RTH akan difokuskan untuk dua lokasi, yakni di
Batu Miang Kampung Maluang dan Jalan Singkuang Kelurahan Gunung Panjang.
"Nanti eksekusinya bulan depan sudah
mulai," ucapnya pada Sabtu (16/7).
Pihaknya optimistis tahun ini serapan
anggaran bisa meningkat meskipun tidak sampai 90 persen. Anggaran yang
disiapkan yakni Rp 18 miliar untuk dua RTH dan perencanaan desain lainnya.
Diakuinya, lantaran waktu yang mepet pihaknya
lebih banyak membuat perencaanan. Sedangkan, pembangunan fisiknya akan
dilakukan tahun depan.
"Tahun ini yang sempat dilakukan
fisiknya baru dua RTH saja. Masing-masing RTH dianggarkan sekira Rp 4 m.
Sisanya untuk perencaanan desain program lainnya," tuturnya.
Dirinya menyebut, terdapat kendala untuk
memaksimalkan anggaran diatas 90 persen yakni terdapat pekerjaan pemagaran
hutan kota seluas 300 hektare yang berada di Kecamatan Teluk Bayur yang
terpaksa tidak bisa diselesaikan. Sebab, lahan di beberapa titik masih tumpang
tindih dengan salah satu perusahaan tambang batu bara.
"Karena permasalahan lahan ini panjang,
tidak bisa dipaksa diselesaikan tahun ini. Jadi kami tunda dulu untuk
menghindari permasalahan hukum," sambungnya.
Sementara, anggaran yang telah disiapkan
sekira Rp 4 miliar akan menjadi Silpa dan dialihkan untuk pembangunan fisik
program lain tahun depan. Jika program pemagaran hutan kota diselesaikan memang
akan menambah presentase serapan anggaran di akhir tahun, tapi hal itu tidak
memungkinkan mengingat persoalan lahan yang belum selesai.
"Jadi itu tidak mungkin terlaksana,
risikonya berhadapan dengan hukum," tegasnya.
Ia menambahkan, pihaknya sanggup
memaksimalkan serapan anggaran terkait anggaran DBH DR yang akan diberikan
tahun depan.
"Kami sanggup memaksimalkan. Tahun depan
berapa pun yang dianggarkan tidak masalah," pungkasnya.(advetorial/sep)