Sigap Dalam Menjalankan Tugas Harus Multitalenta
Bupati Saat Menghadiri Rakerja Program Sigap
POSKOTAKALTIMNEWS.Com,TANJUNG
REDEB-
Melanjutkan program percepatan pembanguan melalui Sigap yang menempati urutan
ke satu dari 18 program unggulan Bupati
Berau Sri Juniarsih-Gamalis periode 2021 sampai 2026.
Hal itu menjadi tantangan tersendiri bagi
Pejuang Sigap Sejahtera (PSS) dalam menjalankan tugasnya sebagai salah satu
program Unggulan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau dalam melakukan
pendampingan pengembangan kampung dengan skema kolaborasi dengan beberapa
pihak. Karena itulah PSS harus memiliki kemampuan untuk melakukan penyempurnaan
program tata kelola pemerintahan kampung, tata kelola pendayagunaan sumber daya
ekonomi kampung dan tata kelola Sumber Daya Alam (SDA) kampung.
“ Penekanan Bupati Berau Sri Juniarsih dalam
sebuah momen bahwa Sigap dalam menjalankan tugasnya harus Multitalenta dan
harus memahami semua pihak sangat benar adanya.”ungkap Manager PSS Yusuf Wibisana melalui Komunikator Program
dan Supervisor PSS Ahmad Basuki bau-baru ini kepada Poskota Kaltim News di
Sekretariat PSS di Jl Anggrek Kecamatan Tanjung Redeb.
Menurut Ahmad Basuki Sigap dalam menjalankan
tugasnya membawahi 3 bidang antara lain pemerintahan, ekonomi dan SDA,
dari pertimbangan itu Sumber Daya
Manusia, PSS terus ditingkatkan dengan
diberikan berbagai pelatihan dan peningkatan kapasitas.
Karena peran dan fungsinya yang multi talenta
tersebut, sehingga benar-benar optimal dalam mendorong percepatan pembangunan
Kampung di Bumi Batiwakkal.
Sasaran PSS sejak dilantik tahun 2019 lalu
yaitu melakukan pendampingan pembuatan profil perkampungan. Karena semakin
kesini, semua berbasis digitalisasi sarat dengan teknologi. Agar
kampung-kampung diseluruh Kabupaten Berau digitalisasinya berjalan, termasuk
Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) kampung harus berbasis digital.
“Setiap kampung memiliki keunggulan SDA dan
SDM berbeda, oleh sebab itu bagaimana cara kita bisa mengelola keunggulan itu
untuk mengangkat dan meningkatkan perekonomian kampung,” ujar Ahmad Basuki
lagi.
Masih menurut Ahmad Basuki, jika antara PSS,
Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) dan Aparat Pemerintah Kampung serta masyarakat
dikampung kompak dan saling mendukung, maka akan mudah mendongkrak potensi
kampung tersebut.
“Jadi selain fokus ke SDA dan SDM, kerjasama
yang baik juga selalu kita tekankan. Apalagi di beberapa perkampung di Berau
peluang sangat terbuka di bidang pariwisata. Mengacu akan hal itu kami juga
melakukan pendampingan pengembangan bukan hanya desa wisata tapi destinasi, promosi,
labeling juga sampai objek wisatanya. Artinya utama harus ada kebersamaan, jika
itu sudah terwujud maka dipastikan, akan lebih mudah untuk mengembangkan
kampung di Kabupaten Berau,“ Ahmad Basuki.
Ditambhakannya lagi, Bundesma arah dari pusat
spmp melalui danau bergulir dikonversi menjadi bumdesmas cakupannya kecamatan
terutama yang bertanggung jawab sebagai kecamatan melanjutkan kembali
pengembangan, bukan hanya desa wisata tapi destinasi promosi labeling juga
sampai objek wisata itu brainly dibawa ke Bali bersama mitra desa konstruksi
indokon dan di daftarkan dan terpilih menjadi green ekowisata wisatanya di
Tangerang.
Di tempat lain juga berjalan seperti itu
memang lagi proses ibaratnya proses bersama masyarakat itu harus sabar harus
pelan-pelan masyarakat tidak bisa diajak jalan bareng satu orang saja
perkampung tidak mungkin bisa merasakan secara maksimal tugas.
“ Apabila tidak barang-barang dengan
masyarakat setempat selain dari UMK pariwisata UMKM juga sigap ikut mendampingi
dari pirt kemarin 2020 tempat dengan bi BPOM kami juga coba mendampingi kalau
UMKM langsung ke individu usahanya jadi di kampung mana ada UMKM individu
pendampingannya izin label dan bpomnya keamanan pangan semua telah dilatih
pengembangan ketahanan pangan, “tukasnya mengaakhiri penjelasan. (advetorial/sep)