Sejak 2021 Tak Difungsikan, Gedung Sekolah di Loa Janan Terbengkalai
Pertemuan diruang Banmus DPRD Kukar membahas terkait gedung SD filial Loa Janan yang sejak 2021 tak difungsikan dan rencana akan direlokasi.(achmad rizki/poskotakaltimnews)
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,
KUKAR-
DPRD Kukar melalui Komisi IV bersama Komisi III menggelar Rapat Dengar Pendapat
(RDP) terkait dengan pemanfaatan aset daerah yang hingga kini belum tidak
berfungsi, di Kecamatan Loa Janan.
RDP tersebut berlangsung di Ruang Banmus DPRD
Kukar, Senin (19/9/2022). Dipimpin Wakil Ketua Komisi IV Syarifuddin,
didampingi anggota Komisi III Ahmad Yani, dan dihadiri Perwakilan Dinas
Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Badan Perencanaan Keuangan dan Aset
Daerah (BPKAD), dan Perusahaan.
Syarifuddin mengatakan, ada bangunan SDN 021
filial yang mangkrak di Dusun Mario, Kecamatan Loa Janan sejak 2021 lalu,
karena tidak ada lagi siswa yang bersekolah di sekolahan tersebut. Di wilayah
tersebut juga terdapat satu perusahaan batu bara yang siap untuk merelokasi
sekolahan tersebut, dengan jumlah ruangan yang lebih banyak.
"Jadi di sekolahan filial ini ada 3
ruang kelas dan 1 ruang guru, sekolahan itu dibangun sejak 2012, awalnya disana
ada 3 RT, dengan jumlah penduduk sekitar 100 jiwa," kata Syarifuddin
kepada Poskotakaltimnews,
Lanjut dia, seiring berjalannya waktu daerah
tersebut menjadi investasi tambang, sehingga warga diwilayah tersebut tanah
dibeli oleh perusahaan tambang dan pindah, dan saat ini hanya tertinggal 7 KK.
"Sehingga tidak ada lagi yang bersekolah
di SDN tersebut, bangunan tersebut tidak difungsikan sejak 2021, dan sekarang
ini kondisinya rusak parah," sebutnya
Maka dari itu dalam hal ini, pihak perusahaan
batu bara siap merelokasi SDN 021 Filial, daripada aset pemerintah daerah
berupa gedung tersebut terbengkalai, tidak dimanfaatkan.
"Mereka siap membangunkan 6 kelas,
termasuk mengganti tanahnya sekitar 4.500 perkan," ungkapnya.
DPRD Kukar meminta hal ini untuk dibahas
melalui BPKAD dan Disdik, sehingga aset tersebut tidak terbengkalai. Apakah
sekolahan tersebut direlokasi ke sekolahan induknya yang berada di Batuah.
"Kami berharap permasalahan ini segeral
selesai, dan tidak ada bangunan yang terbengkalai. Kami siap mengawal masalah
ini hingga terealisasi," ucapnya
Sementara itu perwakilan PT. Bara Multi
Sukses Sarana, Guna Darma menuturkan, pihak perusahaan siap dan komitmen, untuk
merelokasi sekolahan tersebut sesuai dengan aturan pemerintah daerah.
"Kami melihat kondisi saat ini
penduduknya sedikit ada 7 KK, dan bangunan tersebut juga sudah rusak, serta
tidak ada lagi yang bersekolah, kami melihat hal itu maka dari itu lahan
tersebut akan digunakan," ujar Guna Darma.(*riz/adv)