Kemarau, Waspadai Kebakaran Lahan dan Hutan di Kukar

img

TENGGARONG, Guna mengantisipasi adanya kebakaran hutan dan lahan dalam musim kemarau, sebanyak 6 personil Polsek Muara Kaman lakukan persiapkan diri untuk menghadapi musim kemarau dalam hal ini kebakaran hutan dan lahan.

Pada 2016 yang lalu jumlah hotspot di Wilayah Kecamatan Muara Kaman terdeteksi 13 titik atau hotspot terbanyak di seluruh kecamatan ya ada di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara.


Kecamatan Muara Kaman dengan luas wilayah 3410 Km2 merupakan wilayah kecamatan yang cukup luas, dimana sebagian hutan rawa atau lahan gambut dan apabila musim kemarau sangat rawan kebakaran. "Dalam persiapan tersebut ke enam orang anggota tersebut dilatih untuk merakit dan menggunakannya yang dilengkap dengan peralatan mesin pemadam ringan merk Knapsaek power sparayer dengan model 850 yang mana tangkinya bisa berisi sekitar 30 liter air." Ujar Ujar Kapolres Kukar AKBP Fadillah Zulkarnaen melalui Kapolsek Muara Kaman TM Panjaitan. 


Dengan adanya perelatan tersebut nantinya selama musim kemarau akan selalu berada di Mobil patroli, sehingga apa bila setiap menemukan ada titik api akan langsung dipadamkan sebelum apinya membesar dan Peralatan ini karena menggunakan mesin dapat menyemprotkan air dengan jangkauan 10 meter. Hal ini merupakan sebagai upaya Kapolsek Muara Kaman untuk menangani kebakaran sejak awal sehingga api tidak sempat melebar kemana mana. 


Menurutnya salah satu penyebab kebakaran adalah masih ada masyarakat yang membuka lahan dengan cara membakar walaupun relatif kecil, walaupun seluruh desa sudah dilakukan sosialisasi agar masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar. Kebakaran yang dengan sengaja dilakukan oleh oknum nelayan pencari ikan, Apabila kawasan rawa sudah mulai mengering para nelayan pun kesulitan masuk ketengah rawa untuk mencari ikan. Hal tersebut karena kondisi air nanggung dan tidak bisa dilewati perahu untuk bisa masuk ke rawa tersebut, oleh karena itulah oknum masyarapay membakar agar rawa bersih dan dapat dimasuki demikian juga kawasan bantaran sungai. Sehinggha kawasan rawa sering terbakar karena ulah oknum nelayan yang ada diwilayah desa tunjungan, wilayah Nangka Bona, Wilayah desa Liang Buaya dan desa Sedulang.


"Karena kalau musim kering biasanya paret blok kebun masih ada air tempat ikan. Oknum yang mancing ikan disana biasanya merokok untum mengusir nyamuk dan puntung rokok itu kalau jatuh ke alang alang yang mengering akan terbakar." Katanya *dra/poskotakaltimnews.com