Wawancara Khusus Dengan Presenter Desi Anwar, Gubernur Paparkan Dampak Positif Pemindahan IKN
JAKARTA- Gubernur Kaltim H
Isran Noor memenuhi undangan wawancara khusus untuk program acara Indonesia New
Chapter, CNN Indonesia dipandu presenter ternama, Desi Anwar.
Dalam wawancara awal tahun 2023 ini, Desi
Anwar secara khusus mengupas progres pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang
ditetapkan di sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian lagi di
Kabupaten Kutai Kartanegara.
Sejatinya kata Gubernur Isran, IKN harus
memberikan dampak positif bagi Indonesia di masa depan. Bukan sekadar
memindahkan ibu kota negara, tetapi
keadilan untuk semua rakyat Indonesia. Terlebih-lebih keadilan untuk rakyat
Kalimantan Timur.
"Itu yang saya katakan tadi. Kalau ibu
kota pindah ke sana (Kaltim), maka kawasan di sana harus menjadi bagian tak terpisahkan dari
pembangunan IKN," tegas Gubernur Isran Noor menjawab pertanyaan Desi Anwar
di Studio CNN Indonesia Jakarta, Rabu (18/2/2023).
Sebab jangan sampai sambung Gubernur, terjadi
kesenjangan antara IKN dan luar kawasan IKN. Gubernur meyakini pemerintah pusat
sudah mendesain rencana ini dengan baik,
terutama dalam pembangunan infrastruktur.
Gubernur secara tegas juga mengingatkan agar
infrastruktur mulus jangan hanya ada di IKN dan pinggiran IKN. Tapi juga harus
meluas hingga wilayah-wilayah perbatasan dan pedalaman.
Termasuk untuk jalan-jalan nasional ke
Kabupaten Mahakam Ulu dan perbatasan Kalimantan Utara dari Kabupaten Berau.
Niat baik pemerintah pusat itu tegas Gubernur
Isran Noor sudah mulai terlihat dari meningkatnya alokasi APBN untuk Kaltim
pada tahun 2023.
"Tahun ini total Rp67 triliun APBN untuk
Kaltim. Biasanya cuma Rp30 triliun," ungkap Gubernur.
Memang kata Gubernur, jika melihat cakupan
wilayah Kaltim yang begitu luas, tentu dana sebesar itupun tidak cukup untuk
membangun infrastruktur di Kaltim.
Tapi setidaknya, dengan kehadiran IKN
pembangunan infrastruktur di seluruh Kaltim ke depan akan terus membaik dan
membahagiakan rakyat.
Demikian pula soal pelibatan sumber daya
manusia Kaltim untuk IKN. Pemerintah pusat maupun daerah saat ini terus
melakukan pelatihan dan sertifikasi bagi ribuan anak-anak Kaltim agar nanti
bisa kompetitif memasuki IKN.
"Itu juga menjadi perhatian utama kami.
Jangan sampai masyarakat Kaltim hanya
jadi penonton. Kita siapkan SDM-nya. Salah satunya dengan Beasiswa
Kaltim Tuntas," tandas Gubernur.
Pelatihan dan sertifikasi di antaranya sudah
dilakukan oleh Kementerian PUPR, Dinas PUPR Kaltim, Kementerian Lingkungan
Hidup dan Kehutanan, serta Kementerian Tenaga Kerja. (mar)