Ingatkan Warga Kasus Pernikahan Dini dan Tingginya Angka Perceraian
Wakil Ketua DPRD Berau Sarifatul Syadiah saat berbincang dengan ketua RT 2 Singkuang Abdul Kadir.
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,TANJUNG
REDEB-
Maraknya kasus pernikahan dini, termasuk tingginya angka perceraian terjadi
ditahun 2022 lalu. Dewan mengingatkan warga agar dapat membimbing para generasi
muda agar jangan melakukan pernikahan dini serta bisa menekan terjadinya kasus
perceraian.
”Saya sampaikan himbauan ini menindaklanjuti
pesan dari KUA dan Pengadilan Agama , agar kami dapat selalu mengingatkan warga
terkait hal yang ada,”jelas Wakil Ketua I DPRD Berau Syarifatul Syadiah saat
Reses titik ke 5 di Gang Bahagia Jl Singkuang Keluruhan Gunung Panjang
Kecamatan Tanjung Redeb
Peran orang tua tambah Syarifatul , khususnya
seorang Ibu sebagai madrasah pertama dalam mendidik anak dirumah sekiranya
dapat lebih membimbing anak-anak untuk dapat menghindari adanya pernikahan
dini dan menjauhi pergaulan bebas.
“Jujur saat saya disampaikan ada anak dibawah umur berusia 13 tahun harus sudah
menikah, sangat prihatin dan sedih mendengarnya. Mana mungkin masa depan lebih
baik bila kondisi fisiknya belum siap tentu
secara psikologis dipastikan belum siap juga , mari kita jaga dan didik
anak kita,”himbau Syarifatul Syadiah lagi.
Disampaikan Syarifatul Syadiah lagi, dari
kegiatan Reses titik ke 2 di JL Pulau Panjang
Gang Berkah 1 Kelurahan Tanjung Redeb, pada Rabu Tanggal 8 Pebruari 2023
lalu. Dimana dari kegiatan dialog bersama warga ternyata ada warga
bekerja di KUA dan di Pengadilan Agama.”Untuk itu warga meminta mengingatkan
para wakil rakyat untuk dapat dan memyikapi kasus ini kedepannya. Khusus untuk
aspirasi di Gang Berkah ini terungkap banyak surat nikah warga belum
di legalkan, karena banyak yang belum terdaftar perlu di koordinasikan
ke Capil ,”tukasnya.
Saat dikonfirmasi Ketua RT 02 Jl Singkuang, Abdul Kadir saat dikonfirmasi menjelaskan terjadinya perceraian tinggi itu dimotivasi utamanya tidak lain factor ekonomi. Terkait Dorongan ekonomi mengharapkan Pemkab Berau dapat memberi perhatian dengan jalan diberikan keterampilan .Seperti petani bisa dibantu peralatan, Ibu-ibu diperikan keterampilan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) memasak dan salon.
“Bila ekonomi masyarakat tertangani saya yakin tidak ada perceraian, karena
semua muaranya dari minimnya ekonomi pemicu terjadinya perceraian,”terangnya.
(sep/adv)