DPRD Berau Gelar Pertemuan, “Berternak Cabor” Hingga Penggunaan Atlet Luar di Proprov jadi Pembahasan
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,TANJUNG
REDEB-
Kegiatan Rapat Gabungan Komisi dan pimpinan DPRD Berau dalam rangka Evaluasi
Atlet dan Cabor Pasca Pelaksanaan Porprop Tahun 2022, keberadaannya
digelar dikantor dewan Jl Gatot Subroto kemarin.
Terungkap tidak hanya para Wakil Rakyat Bumi
Batiwakkal meminta kejelasan bahasa “Berternak Cabor “termasuk pengunaan atau
rekrutmen Atlet Luar berlaga di Porprop Kaltim juga kejelasan asset dari semua
venue digunakan saat berlaga. Seperti disampaikan Suryadi Anggota Komisi III
Bidang Pembangunan mengatakan bahwa pernah disampaikan ke ketua KONI Berau
harus mengutamakan atlit lokal kedepan,
kenyataannya banyak atlet luar diakomidir.
“Pemimpin KONI jangan dimonopoli
pengurusannya oleh keluarga mari libatkan pihak lain dengan memberi kesempatan
sampai ada bahasa peternakan Cabor , ini bisa menghambat pembinaan olah
raga,”jelas Suryadi pada rapat dipimpin langsung ketua DPRD Berau Madri Vani
dan dihadiri Kadispora Berau Amiruddin serta perwakilan KONI Berau. Sementara
Ratna Komisi I Bidang Pemerintahan menyampaikan sebagai evaluasi hasil
pelaksanaan Porprov fasilitas tidak layak anggaran termasuk makanan dan snak
tuan rumah sangat memalukan , sedangkan
Elita Herlina anggota Komisi II Bidang Keuangan minta kejelasan
keberadaan venue pasca even.
Perwakilan KONI Berau La Ode Ilyas
menjelaskan sebenarnya Cabor yang ada di KONI berjumlah 64 Cabor akan tetapi
dimainkan di Porprop lalu hanya 52 Cabor. Total atlet dan official berjumlah
1168 untuk kontingen Kabupaten Berau menduduki posisi ke 2 semua hasil
kerjasama tim bisa bekerjasama. Terkait atlit luar sekiranya tidak usah
dikhawatirkan , keputusan Rekrutmen juga sudah mempelajari kegagalan daerah
lain . “Jadi semua Atlet luar bergabung di Porprop lalu sudah siap menjadi atlit kita yang siap
membawa prestasi bagi Berau,” terang La
Ode Ilyas.
Terkait peternakan Cabor dijelaskan La Ode
Ilyas lagi bahwasanya kondisi itu tidak masalah sepanjang yang bersangkutan
memang mampu berkualitas . Apalagi pengurus saat ini dalam memegang Cabor
semua berprestasi dan menjadi
juara umum . “Disamping tidak ada regulasi mengatur hal itu, jadi
sah-sah saja dan itu terjadi di
daerah lainnya bila ada yang mampu silahkan,”tandasnya lagi.
Sementara dalam penjelasannya Kepala Dispora
Berau Amirudin menyampaikan dalam waktu dekat BPK akan turun selanjutnya
dikembalikan ke Cabornya masing-masing. Terkait konsumsi seluruh
Kabupaten/Kota membiayai dirinya sendiri. Sedang menjadi beban panitia PB adalah official ,dan
untuk atlet Berau itu Dispora. “Beberapa mengadakan rapat daris emua keluhan
dan Minggu terakhir tidak ada yang complainlagi,”jelasnya.(sep/adv)