Datangkan Alat dari Cina, Berau Tak Akan Alami Pemadaman Listrik
Bupati
Berau Sri Juniarsih
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,TANJUNG
REDEB -
Untuk menjaga kondisi listrik aman selama Ramadan, Bupati Berau Sri Juniarsih
melakukan inspeksi dadakan (Sidak) ke Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU)
Lati, pada Senin (6/3).
“Sebelum bulan Ramadan tidak ada lagi mati
listrik sampai seterusnya” tegasnya, kepada awak media, Senin (6/3).
Itu dikatakannya setelah melakukan inspeksi
dadakan (Sidak) ke PLTU Lati didampingi Sekretaris PT IPB, Yono Purwanto.
Berdasarkan hasil sidak, memang ditemukan
adanya gangguan pada unit satu pembangkit yang dimiliki PLTU Lati. Di mana
materialnya tidak tersedia di Indonesia dan membutuhkan waktu pengiriman yang
cukup lama dari Cina. Sri meminta kepada PLTU Lati ketika material itu datang
untuk segera dikerjakan.
“Dalam waktu yang tidak lama lagi menjelang
Ramadan ini semoga bisa cepat diselesaikan. Kepada masyarakat dimohon
kesabarannya,” ucapnya.
Selain itu, Sri juga sudah meminta untuk
menyuplai semua daya ke PLN. Dan menghentikan sementara ke perusahaan.
Pelayanan listrik khusus bagi masyarakat di Kabupaten Berau.
“Mudah-mudahan dengan usaha kita ini dalam
waktu menjelang Ramadan sudah bisa menerangi seluruh kabupaten,” lanjutnya.
Di tempat yang sama, Sekretaris PT Indo
Pusaka Berau, Yono Purwanto menyampaikan, sebagaimana arahan dari Bupati Berau,
pihaknya beserta jajaran managemen dan tim teknis akan berusaha semaksimal
mungkin mengatasi kerusakan pada satu unit yang ditemukan gangguan. Pihaknya
mengajukan pemeliharaan sampai 23 Maret mendatang.
“Sudah finish sekaligus tes runningnya. Itu
berdasarkan diskusi kami dengan tim teknis dari Cina,” jelasnya.
Yono berharap, dari proses pengiriman,
pembongkaran hingga pemasangan material tidak ada kendala lainnya. Pihaknya
juga sudah mengkoordinasikan dengan perusahaan untuk kondisi tententu
dihentikan sementara suplai daya listriknya. Tapi, ketika malam beban rendah
akan kembali disuplai ke perusahaan. Dan paginya dihentikan lagi karena
masyarakat sudah kembali beraktivitas.
“Karena prioritasnya ke masyarakat. Dan kami
usahakan pada 23 Maret nanti daya listrik sudah normal kembali,” paparnya.
Yono menjelaskan
bahwa kontrak dengan PLN sudah padah tahap amandemen dengan harga yang lama.
(sep/adv)