Memanfaatkan Embung Desa untuk Pengembangan Pariwisata
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,
KUTAI KARTANEGARA-Guna
meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes), Pemerintah Desa Prangat Selatan,
Kecamatan Marang Kayu mulai mengebangkan pariwisata, dengan memanfaatkan embung
yang akan disulap menjadi tempat wisata air. Pengembangan potensi sector pariwisata
sebagai upaya pemerintah desa untuk mendongkrak ekonomi masyarakat dan tentunya
pendapatan desa.
Kepala Desa Prangat Selatan Sarkono,
mengatakan bahwa potensi yang ada di Desanya adalah embung desa, yang
kedepannya akan dibuat menjadi tempat pariwisata. Embung ini terletak di RT 4
Dusun Wonorejo, yang lokasinya ini memang di pinggir jalan poros dengan luas
kurang lebih 2 hektar.
Dijelaskanya, embung ini memang bentuknya
sudah rawa-rawa dan bendungan. Jadi dulu pernah ada bendungan yang dimanfaatkan
pada saat musim kemarau untuk pertanian, tapi saat ini tidak digunakan lagi.
"Embung ini akan saya kembangkan untuk
wisata permainan air, nanti rencananya akan ada gazebo untuk istirahat orang
yang berkunjung. Ada juga nanti akan saya bangun untuk panggung kesenian untuk
memfasilitasi anak-anak SD, SMP, dan SMA untuk meramaikan wisata embung
tersebut." kata Sarkono.
Sarkono menyebut manfaat dari embung sendiri
yang pertama adalah untuk persediaan air, Desa Prangat Selatan punya Perusahaan
Air Minum (PAM) tapi air pengeboran, misalkan kedepan membutuhkan yang lebih
besar lagi nanti dari situ bisa dipakai untuk air bakunya PAM.
Kemudian nanti di hilirnya adalah bisa
digunakan untuk perikanan, karena airnya ngalir terus dari embung itu dan
dibawahnya bisa dimanfaatkan untuk kolam-kolam ikan, pertanian dan untuk
pariwisata.
"Untuk pengerjaan embung ini, kami bekerjasama dengan PT Mahakam Sumber Jaya (MSJ) nanti itu untuk pengerukan embung tersebut karena sudah dangkal. Setelah di keruk nanti di areal depan itu nanti saya akan jadikan parkiran dan taman. Dan juga ada kerjasama dengan PT Pertamina Hulu Sanga Sanga untuk pembangunan ruko UMKM." jelasnya.
Dan memang sudah ada kesepakatan dari dua
perusahaan ini yang nanti akan bantu untuk pembiayaannya. Ia menyebut
pembangunannya mulai tahun 2022. Sementara untuk dana pembuatan ruko sebesar Rp
100 juta.
Pembangunan embung ini bertahap. Jadi dari
CSR kedua perusahan diarahkan untuk pembanguanan embung ini dan itu sudah
melalui musyawarah dengan tokoh-tokoh masyarakat bahwa sepakat CSR untuk
pembangunan embung.
"Targetnya kami, 2025 disaat saya purna
tugas embung ini sudah bisa menghasilkan PADes, karena sebagai pengelolanya
adalah Bumdes." pungkasnya.(adv/pk)