Komisi I DPRD Kukar Gelar RDP Bahas Pembangunan Pipa Gas Samboja yang Dikeluhkan Warga

img

Rapat Komisi I DPRD Kutai Kartanegara yang dipimpin Ketua Komisi Yohanes Badulele Da Silva

POSKOTAKALTIMNEWS.COM, KUTAI KARTANEGARA- Komisi I DPRD Kutai Kartanegara menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP), membahas terkait permasalahan pembangunan pipa transmisi gas di Kecamatan Samboja yang dikeluhkan warga, karena dinilai membahayakan warga setempat.

RDP dipimpin Ketua Komisi I Yohanes Badulel Da Silva, didampingi Anggota Ahmad Jaiz, M Saleh, Abdul Rahman, Fahrudin, Budiman dan Kamarur Zaman, diruang rapat  Rapat Komisi I DPRD Kukar,  Selasa (6/6/2023).

Yohanes Badulele Da Silva mengungkapkan pembangunan pipa gas berada di wilayah Kelurahan Pemedas dan Kelurahan Kuala yang ditanam di depan rumah masyarakat. Atas persoalan tersebut masyarakat mengadu dan bersurat secara resmi ke DPRD Kukar, untuk dapat difasilitasi rembuk bersama sama dalam mencari solusi.

Sementara itu Ahmad Jais mengatakan, kegiatan pembangunan atau pemasangan pipa gas tersebut telah berlangsung lama, setelah sebelumnya pemasangan pipa gas sesuai dengan Amdal 2020 yakni, pipa gas ditanam dibelakang rumah, namun saat ini kenapa pipa gas ditanam dibahu jalan depan rumah masyarakat.

"Hal ini menjadi kekhawatiran masyarakat, masyarakat ingin meminta kejelasan terkait pengerjaan tersebut, apakah ada pembaharuan Amdal sehingga pengerjaan pipa gas dilakukan di depan," kata Ahmad Jais kepada Poskotakaltimnews usai RDP, Selasa (6/6/2023)

Sementara masyarakat juga belum pernah mendapat sosialisasi terkait pemasangan pipa tersebut, sehingga hal ini menjadi multi tafsir bagi masyarakat. Apakah pipa tersebut untuk saluran distribusi ke Balikpapan, atau ada kontribusi buat masyarakat, hal ini perlu penjelasan dari perusahaan terkait.

"Karena disitu ada hak masyarakat untuk mengetahui, sebab yang dikhawatirkan oleh masyarakat ketika terjadi kebocoran pipa, sehingga bisa terjadi ledakan," ucapnya.

Dalam RDP tersebut juga turut hadir Lurah Pemedas dan Kuala serta perwakilan warga. Sementara dari pihak perusahaan yang melaksanakan pemasangan pipa gas tidak hadir.(adv/riz)