Wabup Gamalis Sebut Selangkah Lagi Berau Bebas Desa Tertinggal
Wabup Berau saat hadiri Rakornas Program penguatan Pemeritahan dan Pembangunan Desa
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,JAKARTA
-
Wakil Bupati Berau Gamalis menyebut selangkah lagi Kabupaten Berau akan menjadi
daerah bebas desa tertinggal. Hal ini disampaikan orang nomor dua di Bumi
Batiwakkal ini disela-sela mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kick
Off Pelaksanaan Program Penguatan Pemerintahan dan Pembangunan Desa (P3PD) di
Hotel Grand Sahid Jakarta, Selasa (11/7/2023).
“Data DPMK menunjukkan bahwa berdasarkan
indeks desa membangun, terjadi perubahan status kampung pada 2022. Dari 100
kampung, terdapat 11 kampung mandiri, 41 kampung maju, dan 47 kampung
berkembang. Hanya 1 yang masih status kampung tertinggal. Ini artinya selangkah
lagi kita (Kabupaten Berau) menjadi daerah bebas desa tertinggal” ujarnya.Namun
lanjut Gamalis, guna memenuhi target Kaltim bebas desa atau kampung tertinggal
pada 2024, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau berkomitmen meningkatkan status
Kampung Mapulu yang saat ini berstatus desa tertinggal menjadi desa berkembang.
“Berbagai upaya telah dilakukan Pemkab Berau
melalui OPD terkait untuk terus meningkatkan kinerja dalam mengejar
ketertinggalan ini. Salah satu yang dilakukan adalah pembangunan infrastruktur
dasar masyarakat yakni akses jalan, air bersih, listrik, fasilitas kesehatan
dan pendidikan” tegasnya.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito
Karnavian saat membuka kegiatan Rakornas ini mengatakan bahwa visi Presiden RI
Joko Widodo sejak periode pertama menjabat sebagai Presiden adalah membangun
dari pinggiran.
Membangun dari pinggiran menurutnya adalah
membangun dari desa, maupun dari perbatasan-perbatasan daerah yang ada di
Indonesia. Tito Karnavian menambahkan,
di awal menjabat, Presiden juga membentuk kementerian yang menangani desa,
yakni Kemendes PDTT yang di kabinet-kabinet sebelumnya belum pernah ada.
"Dan yang lebih amat berarti untuk desa
adanya alokasi Dana Desa semenjak tahun 2015 lebih kurang setiap tahun Rp70
triliun," ucapnya.
Mendagri menambahkan, sudah saatnya membangun
dari desa, mengembangkan potensi ekonomi di desa, serta mencari sumber-sumber
potensi baru di desa. Sehingga tidak
terjadi ketimpangan orang yang hidup di desa dengan di kota.
Dia mengharapkan dengan berkembangnya desa,
maka taraf hidup masyarakat semakin meningkat, lapangan pekerjaan juga terbuka
lebar. Begitupun halnya dengan kualitas sumberdaya manusia khususnya generasi
muda tentunya juga akan berdampak positif pada kualitas angkatan kerja.
Menurut Tito Bonus demografi hanya akan
menjadi beban bila angka stunting tinggi. Bahkan bisa menjadi bencana
demografi. “Untuk itu penguatan desa perlu dipacu guna menghasilkan generasi
muda dan angkatan kerja yang unggul”, lanjutnya.
Hadir pada Rakornas P3PD ini Panglima TNI
Laksamana Yudo Margono yang juga menjadi pembicara, para gubernur dan
bupati/walikota se Indonesia. (sep/prokom/adv)