Siapkan Lahan 5 Hektar, Pemkab Berau Bakal Bangun Balai Latihan Kerja

img


POSKOTAKALTIMNEWS.COM, TANJUNG REDEB- Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Berau, Muhammad Said, menyampaikan progres pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) sudah selesai penetapan lokasi dan teruji kelayakannya.

Adapun lahan yang sudah disiapkan yakni seluar 5 hektare yang terletak di Kecamatan Sambaliung.Terkait dengan desain bangunan gedung BLK, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau.

Said mengatakan, pembangunan BLK diharapkan segera terealisasi dan diharapkan dapat memberi kontribusi terhadap penyediaan tenaga kerja.“Tidak ada permintaan khusus untuk desain gedungnya, disesuaikan dengan bangunan gedung BLK didaerah lain saja,” ujarnya.

Ia meminta kepada DPUPR untuk mempercepat proses pembangunan BLK dan dirinya juga menegaskan bahwa pihaknya akan membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk mengelola BLK.

“Selama BLK belum dibangun , dinaskertrans selalu mengirim peserta ke BLK didaerah lain. Dan jika pelatihan masih bisa dilakukan diberau ya kami lakukan dikantor,” ungkapnya.

Sementara itu Kabid Pelatihan dan Produktivitas Disnakertrans Berau, Arif Rudi menjelaskan sebelum Berau BLK ada di Berau maka solusinya Berau harus bekerjasama dengan BLK didaerah lainnya untuk memberikan  pelatihan  dipilih berdasarkan hasil diskusinya bersama dengan perusahaan yang ada di Bumi Batiwakkal. Seperti direalisasikannya sebanyak 16 putra daerah dikirim ke Balai Latihan Kerja (BLK) Balikpapan untuk mengikuti pelatihan welder atau juru las selama dua bulan. Pelatihan tersebut difasilitasi oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertans) Berau secara gratis.

“Komunikasi dengan perusahaan kira-kira profesi apa yang mereka butuhkan. Akan kami disiapkan sumber daya manusia untuk diberi pelatihan,” terangnya, belum lama ini.

Meskipun tidak hanya keterampilan welder saja yang dicari, pihaknya mencoba membuka pelatihan yang dibutuhkan perusahaan secara bertahap. Mengingat animo masyarakat juga berbeda-beda disetiap pelatihan.

Pihaknya juga saat ini masih mengandalkan BLK Balikpapan lantaran belum memiliki fasilitas lengkap untuk pelatihan welder tersebut. Sementara, BLK Balikpapan memiliki alat lengkap dan sudah tersertifikasi. Sehingga, putra daerah kembali pulang dan sudah dibekali dengan keterampilan yang banyak dicari perusahaan.

“Paling tidak mereka sudah punya skill dan sertifikat yang bisa dipertimbangkan untuk bekerja di perusahaan,” katanya.

Diungkapkannya, pihaknya tidak dapat menjamin setelah pelatihan berakhir peserta akan langsung mendapat pekerjaan. Namun, jika memang ada perusahaan yang membuka lowongan pihaknya dapat merekomendasikan.

“Paling tidak kami dapat memberitahu kepada perusahaan bahwa kami memiliki putra daerah yang telah selesai mengikuti pelatihan welder. Tolong diserap jika memang sedang membuka lowongan pekerjaan,” terangnya.

Itu sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah untuk meningkatkan kapasitas SDM lokal supaya mereka memiliki keterampilan khusus. Yang nantinya diharapkan lebih mudah dalam mencari pekerjaan. Dibeberkannya pihaknya banyak menerima keluhan SDM lokal yang kurang berkompeten.

“Kami coba menjembatani dengan cara melatih karena tidak semua orang punya kemampuan untuk kuliah,” tandasnya.(sep/adv)