Tekan Angka Stunting, Tingkatkan Fasilitas Posyandu

img

POSKOTAKALTIMNEWS.COM, KUKAR : Pemerintah Kutai Kartanegara telah menetapkan 2 desa dan 1 kelurahan di Kecamatan Samboja sebagai percontohan penanganan stunting, yakni Desa Giri Agung, Desa Loa Janan Ulu serta Kelurahan Kuala Samboja.

Sebagai wilayah yang ditetapkan untuk penanganan stunting, stakholder setempat berusaha melakukan berbagai kegiatan untuk menurunkan angka stunting. Seperti yang dilakukan di Kelurahan Kuala Samboja.

Lia Rossa Ketua Posyandu Kuala Samboja mengungkapan, untuk mendukung program pemerintah dalam menekan angka stunting pihaknya rutin melakukan sejumlah kegiatan. Seperti melakukan sosialisasi, melakukan kontrol rutin dengan mendatangi rumah ke rumah, hingga penyuluhan mengenai asupan gizi untuk bayi dan balita.

"Alhamdulillah penurunan stunting di Samboja cukup tinggi," ucap Lia Rossa.

Ia berharap, upaya para kader menekan angka stunting dapat di dukung dengan peningkatan fasilitas di Posyandu.

"Kami berharap ruangan Posyandu ini bisa diperluas agar pelayanan terhadap bayi dan balita bisa berjalan maksimal," harapnya.

Dalam penanganan angka stunting, Pemkab Kukar mengalokasikan anggaran sekitar Rp170 miliar pada anggaran perubahan 2023.

Dengan dukungan itu, Kepala Dinas Kesehatan Kukar Martina Yulianti berharap angka stunting di Kukar turun.

“Angka stunting saat ini sekitar 16 persen, dan Pemkab Kukar optimis bahwa angka stunting bisa ditekan hingga 10 persen," ujarnya, Kamis (9/11/2023).

Dalam pelaksanaan kerja, semua lintas sektoral dilibatkan, tidak hanya pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutai Kartanegara saja.

“OPD lain terlibat dalam penanganan stunting ini, seperti  Dinas Perumaham dan Permukiman (Perkim), Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian dan Peternakan, Dinas Kelautan dan Perikanan.”katanya. (adv)