Ahmad Rifai : Berau Tetap di Kaltim, Terbaik Saat Ini
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,
TANJUNG REDEB : Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Berau, H
Ahmad Rifai menghadiri acara Penandatangan Petisi Penolakan Wacana Penggabungan
Kabupaten Berau dengan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) di lintas Ormas,
yang digelar di Balai Mufakat, Minggu (12/11/2023).
Ahmad Rifai menjelaskan bahwa Berau tidak bisa
bergabung ke Kalimantan Utara (Kaltara) karna banyak pertimbangan yang dialami
seperti sisi demografi, sisi kemampuan ekonomi, sisi kemampuan anggaran, dan
lainnya.
Jelas Rifai bahwa Berau ini termasuk salah satu Kabupaten
yang hidrogen berbeda dengan Malinau, beda dengan Bulungan, karna Berau sangat
terbuka dan sangat hidrogen seluruh suku ada disini dan semuanya hidup rukun,
dan pertimbangan-pertimbangan pembangunan yang sangat besar pengaruhnya.
"Kami menyatakan untuk sementara tidak bisa
bergabung. Kami hanya mendukung bentuknya provinsi baru," tegas Rifai.
Perlu diketahui, Bupati Berau mendesakan anggaran 2023
dari Rp 3,6 triliun dan tambahan APD menjadi Rp 4,15. "kita sudah mencapai angka tertinggi
Prestasi Berau Rp 5.1 triliun," jelasnya.
la menjelaskan, tidak gampang untuk membentuk Berau
bergabung ke Kaltara karena banyak langkah-langkah yang harus dilalui. Saat ini
Berau belum siap bergabung. "Kita
masih hidup di Kalimantan Timur yang kita cintai," ungkasnya.
Saat ini anggaran Bulungan sekitar Rp 2,7 Triliun, dan
provinsi kaltara yang menghidupi KTT, Malinau, Nunukan, Tarakan, dan Bulungan Besar
APBD provinsi nya saja Rp2,7 sementara Berau Rp5,1 triliun.
"Jadi itulah salah satu mengapa Berau saat ini
tidak bergabung dengan provinsi kaltara," pungkasnya. (sep/Nad/Advetorial)