Kerajinan Tangan Anjat, Ternyata Bisa Ditemui di Desa Kedang Ipil

img

TENGGARONG, Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Desa Kedang Ipil ke-108, Festival Budaya Kutai Adat Lawas yang di selenggarakan selam tiga hari mulai dari tanggal 17 hingga 19 November 2017 lalu, tidak hanya menampilkan penampilan kesenian tetapi juga menampilkan beberapa kerajinan tangan.

Ditempat pameran Festival Budaya Kutai Adat Lawas itu terlihat sejumlah kerajinan tangan yang dipasarkan, diantaranya Gelang Rotan, Cincin Rotan, Topi dan Cobek yang terbuat dari Kayu Banggeris yang harganya pun beragam mulai dari Rp 5 ribu sampai Rp 150 ribu.

Selain itu juga menjual Anjat yaitu tas yang terbuat dari rotan, Proses pembuatan Anjat cukup rumit yang bisa memakan waktu selama 1 hari, rotan harus dibelah dan dihaluskan kemudian dirangkai membentuk Anjat. Proses pengayaman Anjat dilakukan dengan berputar dari kiri ke kanan. "Untuk pewarnaannya ini kita menggunakan daun kayu murni, yang mana daun nya itu kecil seperti daun sengon." ujar Rusdi yang juga berkerja sebagai petani.

Untuk harga Anjat dijual mulai dari Rp 100 ribu hingga Rp 150 ribu. Bagi kaum laki-laki, tas anjat digunakan sebagai wadah untuk perbekalan saat berburu ke hutan. Sedangkan kaum perempuan menggunakan anjat untuk menyimpan baju atau makanan saat pergi berkebun.

"Saya hanya menjual tas hanya di sekitar sini saja (Desa Kedang Ipil). Kadang-kadang orang yang berkunjung kesini juga memesan tas dengan menggunakan nama. Kalo di Tenggarong ada tetapi tidak ada nama dan mungkin tidak sesuai motif yang di inginkan, sehingga banyak yang datang ke sini untuk memesan yang bernama." Jelasnya.dra/poskotakaltimnews.com