KPU Kukar Gelar Simulasi Pemungutan Suara 2024

img

SIMULASI  : Petugas TPS membantu warga disabilitas memasukkan surat suara ke dalam kotak. Diawali dengan simulasi pencoblosan atau pemungutan suara hingga belanjut sampai simulasi perhitungan suara Pemilu 2024. (foto. tan_poskotakaltimnews.com)

 

POSKOTAKALTIMNEWS.COM, KUKAR : KPU Kabupten Kukar menggelar simulasi Pemilu 2024 yang diikuti puluhan masyarakat setempat, simulasi tersebut digelar di Jalan Gunung Belah, gang Arsapati 6, Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong, Rabu(27/12/2023).

 

Simulasi tersebut bertujuan sebagai bahan evaluasi serta gambaran bagi masyaraka, maupun petugas penyelenggara pemungutan suara. Agar pada pelaksanaan Pemilu 2024 yang berlangsung pada Februari 2024 mendatang berjalan lancar dan sukses.

 

Pantauan di lokasi, simulasi dimulai pukul  09.00 wita. Para pemilik suara yang menjadi simulator dari warga sekitar KPU yang terdaftar di TPS 25 Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong.

 

Komisioner KPU Bidang  Teknis Penyelenggara, Moch Amin menjelaskan total DPT untuk TPS 25, sekitar 150 orang yang dilibatkan dalam simulasi. Untuk di Kukar sendiri penyelenggaran simulasi pemilu 2024 ini merupakan simulasi yang kedua kalinya.

 

“Kemarin, beberapa bulan lalu pesertanya dari KPU Provinsi seluruh Indonesia dan dilaksanakan di Kukar juga,” ujarnya.

 

Ia juga mengatakan bahwa simulasi pemungutan suara ini merupakn agenda yang diperintah langsung KPU RI. Dalam simulasi tersebut turut dihadirkan PPK agar dapat mengevaluasi, apa saja kekurangan persiapan yang ada dalam penyelenggaraan pemungutan suara Pemilu 2024. Sehingga nanti dapat menyesuaikan di wilayah masing-masing.

 

“Makanya kami utamakan ada disabilitas dan kondisi-kondisi tertentu. Ketika mereka di wilayah masing-masing, sudah bisa beda-beda di tiap situasinya dan mereka bisa mengkondisikan sendiri sudah,” jelasnya

 

Ia juga menyampaikan  Surat suara yang digunakan pada simulasi ini, di dapat dari KPU RI sehingga format yang digunakan tinggal dicetak oleh KPU Kabupaten.

 

“Tapi kalau kartu suara yang digunakan bukan surat suara asli, kemudian pencetakan bukan pencetakan yang asli, Kita hanya kondisikan pemilih, agar tau ketika datang ke TPS  bagaimana sebuah surat suara.  Karena hal yang paling prinsip adalah warna surat suara. Abu-abu untuk Presiden dan Wakil Presiden, sampai Hijau untuk DPRD Kabupaten Kota minimal itu dulu,” tuturnya.

 

Ditambahkanya berkaitan surat suara yang digunakan dalam simulasi ini, isi semuanya tidak berkaitan dengan calon dan peserta pemilu dan semuanya disiapkan oleh KPU RI dan KPUD yang melaksanakan.

Ia juga berharap dengan diselenggarakanya simulasi ini, selain KPU bisa juga mengevaluasi proses proses di TPS dan bisa mengulik proses proses.  Dan yang paling diharapkan bahwa di TPS nantinya terselenggara seperti yang telah disimulasikan. Sehingga pada Pemilu 14 Februari 2024  nanti masyarakat dapat menggunakan hak pilihnya. Dan untuk pengurus pemungutan suara dapat melaksanakan tugasnya sebagaimana mestinya. (*tan)