Landmark Tuah Himba, Ikon Baru Kabupaten Kukar
Masyarakat Tenggarong menikmati suasana di
Bundaran Tuah Himba yang resmi dibuka untuk umum, sejak Minggu (31/1/2023).
POSKOTAKALTIMNEWS.COM-KUKAR : Bundaran Tuah Himba telah resmi dibuka untuk umum pada Minggu
(31/12/2023), tepat pada saat pergantian tahun 2023. Landmark Tuah Himba ini menjadi salah satu
ikon baru di Kabupaten Kutai Kartanegara dan akan menjadi sorotan utama saat orang
tiba di Tenggarong.
Di Kabupaten Kutai Kartanegara sendiri sebelumnya telah ada
sejumlah bangunan yang menjadi Ikon kebanggaan masyarakat, seperti Museum Mulawarma, Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Planetarium
Jagat Raya Tenggarong, Pulau Kumala, Jembatan dan termasuk yang terbaru
Bundaran Tuah Himba ini.
Lokasi Bundaran Tuah Himba terletak persis di depan Jembatan Kutai
Kartanegara dan memiliki desain tanf terbagi
dari tiga bagian, yang memiliki arti serta filosofi, dimana tiga bagian
tersebut merupakan elemen kehidupan di Kutai Kartanegara. Bagian atas artinya langit, bagian tengah artinya manusia dan bagian bawah artinya tanah dan air.
Tidak hanya memiliki filosofi yang unik dan menarik, landmark
megah ini menampilkan keindahan dari sinar lampu tematik dan pancuran air,
sehingga memberikan kesan keindahan, ketentraman serta ketenangan di kota Raja.
"Ini belum sepenuhnya selesai, nanti akan ditambah pagar dan
lainnya. Kami ingin menambah daya tarik Tenggarong," ungkap Bupati Kukar
Edi Damansyah .
Bupati Kukar Edi Damansyah, menjelaskan nantinya akan ada
penambahan fasilitas untuk di kawasan bundaran Tuah Himba. Seperti akan dibuat
lokasi pujasera sebagi sarana pusat kuliner. Menyelesaikan pembangunan gedung
Komite Ekonomi Kreatif (Kekraf) yang ditargetkan akan dikerjakan di tahun 2024
ini.
Landmark Menara Tuah Himba berdiri di lokasi proyek eks pembangunan Patung Naga yang terhenti pada tahun 2014. Ditahun 2023, kemudian menara ini dilanjutkan oleh Pemkab Kukar. Kini landmark ini menjadi salah satu ikon baru kebanggaan masyarakat Kukar dan tentunya menambah keindahan Kota Tenggarong.
"Masyarakat terlibat dalam desain ini karena sayembara. Jadi
tidak kami saja yang menetapkan. Semoga masyarakat bisa ikut menjaganya"
tutup Edi. (*tan)