Strategi Atasi Kemiskinan Berjalan Sangat Baik, Targetkan 7,5 Persen Pada 2024

img

POSKOTAKALTIMNEWS.COM, KUKAR : Strategi atau langkah dalam rangka penanggulangan kemiskinan di Kukar dinilai berjalan sangat baik. Hal itu dibuktikan dengan nilai persentase kemiskinan yang setiap tahunnya alami penurunan.

 

Plt Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kukar Sy. Vanesa Vilna mengatakan, pada 2021 lalu angka kemiskinan sekitar 7,99 persen dan 2022 angka kemiskinan turun 0,3 persen menjadi 7,96 persen.

 

Sedangkan pada 2023 angka kemiskinan sekitar 7,61 persen. Sementara target RKPD 2023 dalam rangka penanganan kemiskinan 7,64 persen, artinya target 2023 tercapai.

 

"Berbagai upaya sudah kita lakukan untuk menangani kemiskinan, hal ini menjadi perhatian bersama dan fokus kita," kata Vanesa Vilna pada Poskotakaltimnews, di ruang kerjanya, Rabu (3/1/2024).

 

Adapun strategi atau upaya yang dilakukan ialah pemerintah daerah memberikan berbagai bantuan mulai dari atap lantai dinding (aladin), memberikan fasilitas pendidikan kejar paket, dan lainnya. Bantuan tersebut menyasar kepada masyarakat yang masuk ke dalam aplikasi Rumah Besar Penanggulangan Kemiskinan (RBPK).

 

Dalam penanganan kemiskinan, pemerintah daerah bekerjasama dengan sejumlah perusahaan yang beroperasi di Kukar. Sejauh ini sudah banyak perusahaan yang terlibat dalam aplikasi RBPK tersebut.

 

"Strategi yang kita lakukan pada tahun ini (2024, red) masih sama dengan sebelumnya, tapi kita terus berupaya maksimal dalam penanganan kemiskinan," sebutnya.

 

Pada 2024 ini, pemerintah daerah menargetkan angka kemiskinan di Kukar mencapai 7,5 persen. Untuk mencapai target tersebut pastinya perlu sinergi antar stakeholder baik itu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) maupun pihak perusahaan.

 

Dirinya berharap, angka kemiskinan pada 2024 ini bisa melebihi target. Turunnya nilai persentase itu menunjukan kemiskinan di Kukar alami penurunan.

"Kami yakin persentase kemiskinan tahun ini melebihi target, kita terus bekerja maksimal untuk memberikan kelayakan kepada masyarakat," pungkasnya. (riz)