Distransnaker Alokasikan 18 Milliar Atasi Pengangguran di Kukar

img

POSKOTAKALTIMNEWS.COM, KUKAR : Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kukar mengalokasikan anggaran sekitar Rp 18 milliar, dalam rangka menekan angka pengangguran pada 2024 ini.

 

Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Pemberdayaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Distransnaker Kukar Syarifah Rosita mengatakan, anggaran tersebut digunakan untuk sejumlah pelatihan berbasis kompetensi. Pelatihan berbasis kompetensi tersebut berupa pelatihan welder, operator alat berat, mekanik alat berat, hingga instalasi listrik.

 

"Pelatihan yang kita berikan tersebut sesuai dengan permintaan pasar, jadi saat ini kebutuhan pasar banyak membutuhkan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) tersebut," kata Syarifah Rosita pada Poskotakaltimnews, di ruang kerjanya, Kamis (4/1/2024).

 

Selain itu, pihaknya juga memberikan pelatihan design grafis maupun kewirausahaan. Pelatihan kewirausahaan diantaranya menjahit, tata boga, pengering rumput laut.

 

"Pelatihan kewirausahaan itu dilaksanakan sesuai dengan permintaan masyarakat," sebutnya.

 

Sebagai upaya menekan angka pengangguran, Distransnaker juga akan menggandeng sejumlah pihak perusahaaan agar dapat menerima peserta magang, namun dengan catatan setelah magang dapat dipekerjakan di perusahaannya masing masing.

 

"Kita tahun ini menggandeng perusahaan untuk bermitra, dalam hal ini untuk dapat memberikan kesempatan lowongan magang," ungkapnya.

 

Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah daerah, untuk menekan angka pengangguran. Hal ini bagian dari komitmen pemerintah daerah agar masyarakatnya sejahtera.

 

Dengan upaya tersebut, harapannya angaka pengangguran di Kukar makin turun. Dari data yang diperoleh Distransnaker bahwa tercatat sebanyak 13 ribu para pencari kerja.

 

Menurutnya, banyaknya angka para pencari kerja disebabkan karena sebagian pencari kerja tersebut memilih milih pekerjaan, salah satunya memilih lokasi pekerjaan. Apabila lokasi pekerjaan jauh dari tempat tinggalnya kebanyakan pencari kerja tak mau mengambil lowongan pekerjaan yang sudah disediakan.

"Kami berharap, para pencari kerja tidak memilih milih tempat pekerjaan. Ini menjadi penyebab tingginya angka pengangguran," tutupnya. (riz)